Babinsa Koptu Iwan Temukan Lonjakan Harga Sembako di Pasar Krangkeng, Daging dan Bawang Merangkak Naik
Indramayu – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian di Kabupaten Indramayu. Dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan, terungkap adanya lonjakan harga pada beberapa komoditas sembako di pasar tradisional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB di pasar pagi Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng. Monitoring ini merupakan bagian dari upaya pengawasan harga kebutuhan pokok guna memastikan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.
Dalam pemantauan langsung di lapangan, Koptu Iwan mencatat bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Di antaranya adalah telur ayam yang kini dijual seharga Rp38.000 per kilogram, daging sapi mencapai Rp150.000 per kilogram, serta bawang merah yang melonjak hingga Rp48.000 per kilogram.
Tak hanya itu, harga bawang putih juga mengalami kenaikan menjadi Rp42.000 per kilogram, disusul gula pasir yang kini berada di angka Rp16.000 per kilogram. Komoditas lain seperti kacang kedelai turut naik menjadi Rp19.000 per kilogram.
“Kami melaksanakan monitoring untuk memastikan perkembangan harga sembako di pasar tetap terpantau dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” ujar Koptu Iwan di sela kegiatan.
Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok lainnya terpantau masih berada pada harga stabil. Beras misalnya, masih dijual di kisaran Rp15.800 per kilogram. Minyak goreng juga relatif stabil di harga Rp16.000 per kilogram, begitu pula daging ayam yang bertahan di angka Rp38.000 per kilogram.
Komoditas jagung pun tercatat tidak mengalami perubahan harga, yakni tetap di kisaran Rp11.000 per kilogram. Stabilnya beberapa harga ini sedikit memberikan kelegaan bagi masyarakat di tengah kenaikan komoditas lainnya.
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari distribusi, pasokan barang, hingga kondisi cuaca yang dapat memengaruhi hasil produksi, terutama untuk komoditas pertanian seperti bawang dan kedelai.
Aktivitas di pasar pagi Dukuhjati sendiri terpantau berjalan normal. Para pedagang dan pembeli tetap bertransaksi seperti biasa meski diwarnai keluhan terkait kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok. Masyarakat berharap harga-harga dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani ekonomi rumah tangga.
Peran Babinsa dalam kegiatan monitoring ini dinilai sangat penting sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di pasar. Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan tetapi juga ekonomi.
“Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar,” tambah Koptu Iwan dalam laporannya.
Dengan adanya monitoring ini, diharapkan kondisi harga sembako di wilayah Krangkeng dan sekitarnya dapat terus terpantau secara berkala. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan pelaku pasar menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga serta melindungi daya beli masyarakat.
Ke depan, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk menekan lonjakan harga, terutama pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, sehingga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
