Babinsa Koramil Terisi Turun Langsung! Harga Sembako di Cikedung Dipantau Ketat
Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka Ahyadi, turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di wilayah binaannya, tepatnya di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB tersebut dilaksanakan di salah satu toko sembako milik warga, yakni Toko Lina. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kondisi harga bahan pokok di tingkat masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga.
Monitoring ini juga menjadi bagian dari laporan penting kepada jajaran komando atas, khususnya Yth. Dandim 0616/Indramayu, dalam rangka mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada pada kisaran tertentu, meskipun beberapa komoditas dinilai cukup tinggi. Beras saat ini dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng berada di angka Rp17.000 per kilogram.
Harga telur ayam tercatat mencapai Rp33.000 per kilogram, yang menjadi salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi. Daging ayam dijual Rp38.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih berada di kisaran Rp135.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram, kacang kedelai Rp19.000 per kilogram, serta jagung Rp10.000 per kilogram. Sementara itu, harga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di angka Rp44.000 dan Rp40.000 per kilogram.
Serka Ahyadi menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan harga secara langsung di lapangan. Dengan data yang akurat, pihaknya dapat segera melaporkan apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan.
“Kami terus memantau kondisi harga sembako agar tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat. Jika ada lonjakan yang tidak wajar, akan segera kami laporkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pengawasan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi warga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Selain melakukan pengecekan harga, Babinsa juga berdialog dengan pemilik toko dan warga sekitar untuk mengetahui kondisi pasokan barang serta daya beli masyarakat. Informasi ini menjadi bagian penting dalam memetakan situasi ekonomi di wilayah binaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Aktivitas jual beli di toko berjalan normal seperti biasa.
Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat TNI di lapangan, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi lebih dini. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen Babinsa dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga stabilitas ekonomi sehari-hari.
