Babinsa Pelda Sulaeman Turun Langsung ke Sawah, Gaspol Dongkrak Ketahanan Pangan Nasional di Indramayu!
Indramayu – Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, sosok Babinsa dari Koramil 1607/Sliyeg, Pelda Sulaeman, turun langsung ke area persawahan untuk mendampingi para petani di wilayah Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan pendampingan pertanian tersebut dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, berlokasi di area pesawahan Blok Sabun, Desa Majasih. Di tengah hamparan sawah yang mulai menghijau, kehadiran Babinsa menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para petani yang tengah berjuang menjaga produktivitas hasil panen.
Pendampingan ini bukan sekadar simbolis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya konkret TNI AD dalam membantu pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Hal ini juga selaras dengan program strategis nasional dalam menjaga stabilitas pangan di tengah berbagai tantangan global.
Dalam kegiatan tersebut, Pelda Sulaeman berinteraksi langsung dengan para petani setempat. Ia berdiskusi, memberikan motivasi, sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi petani di lapangan. Pendekatan humanis seperti ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Sejumlah petani turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Mustofa, Ajo, Tamrin, dan Jahari. Mereka menyambut baik kehadiran Babinsa yang dinilai tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga solusi nyata terhadap berbagai persoalan pertanian, mulai dari pengelolaan lahan hingga tantangan cuaca yang tidak menentu.
Mustofa, salah satu petani Desa Majasih, mengungkapkan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa sangat membantu meningkatkan semangat kerja petani. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Babinsa memberi motivasi dan membuat kami lebih yakin dalam mengelola sawah,” ujarnya.
Sementara itu, Pelda Sulaeman menegaskan bahwa pendampingan pertanian merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pangan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.
“Kami hadir untuk mendampingi dan membantu petani agar hasil produksi bisa meningkat. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Para petani terlihat antusias mengikuti arahan serta berbagi pengalaman terkait kondisi pertanian di wilayah mereka. Suasana kebersamaan pun terasa kental, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan pendampingan pertanian tersebut selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan kondusif. Meski singkat, kegiatan ini meninggalkan dampak positif yang diharapkan dapat berlanjut dalam jangka panjang.
Langkah yang dilakukan Babinsa ini menjadi contoh nyata bagaimana peran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan di sektor strategis seperti pertanian. Di tengah tantangan global yang mempengaruhi sektor pangan, kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, aksi Pelda Sulaeman diharapkan mampu menginspirasi berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
