Babinsa Serka Amin Kusmayadi Hadiri Tradisi Sakral Mapag Tamba, Warga Leuwigede Bersatu Doakan Panen Melimpah
Indramayu – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Balai Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, pada Kamis malam (2/4/2026). Dalam balutan tradisi leluhur yang sarat makna, kegiatan adat desa mapag tamba dan doa bersama digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut turut dihadiri oleh Babinsa Koramil Tukdana, Serka Amin Kusmayadi, yang tampil sebagai sosok penggerak sekaligus perekat kebersamaan antara aparat, tokoh masyarakat, dan warga desa. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan adat ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mempererat kemanunggalan dengan rakyat.
Dalam suasana yang hangat namun penuh kekhidmatan, para tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga berkumpul untuk melaksanakan doa bersama. Tradisi mapag tamba sendiri merupakan salah satu warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus ungkapan syukur atas proses tanam padi yang telah berjalan dengan baik.
Serka Amin Kusmayadi dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas budaya bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan. Selain sebagai warisan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara aparat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan doa bersama ini memiliki makna mendalam bagi para petani. Dengan penuh harap, mereka memanjatkan doa agar tanaman padi yang telah ditanam dapat tumbuh subur, sehat, dan menghasilkan panen yang berlimpah.
Kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, seluruh elemen desa bahu membahu mempersiapkan acara, mulai dari penataan tempat hingga pelaksanaan doa bersama.
Tokoh masyarakat Desa Leuwigede menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang selalu aktif dalam setiap kegiatan masyarakat. Menurut mereka, kehadiran TNI memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan yang semakin kuat di tengah warga.
“Pak Babinsa selalu hadir bersama kami, baik dalam kegiatan resmi maupun adat seperti ini. Kami merasa didampingi dan diperhatikan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Tradisi mapag tamba sendiri bukan sekadar ritual seremonial, melainkan sarat nilai spiritual dan sosial. Selain sebagai bentuk doa, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk menjaga hubungan harmonis dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebudayaan lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Selain itu, sinergi antara TNI dan masyarakat yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan demi mendukung tugas pokok TNI AD dalam menjaga keutuhan dan ketahanan wilayah.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi kepada Komando Atas.
Melalui momentum ini, Desa Leuwigede kembali menegaskan bahwa kekuatan tradisi dan kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berdaya.
