Gempita Desa Loyang: Babinsa Kopda Saep Pajarudin Gerakkan Masyarakat Cikedung, Wujudkan Ketahanan Nasional dari Akar Rumput
Mei 29, 2026
INDRAMAYU – Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, peran aparat kewilayahan menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah nyata tersebut kembali ditunjukkan oleh Koramil 1613/Terisi, Kodim 0616/Indramayu, melalui aksi komunikasi sosial (Komsos) yang intensif dan menyentuh langsung lapisan masyarakat. Pada Jumat pagi, 29 Mei 2025, suasana desa menjadi lebih hidup dan hangat berkat kehadiran seorang prajurit TNI yang dikenal dekat dengan warga, Kopda Saep Pajarudin.
Bertempat di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Kopda Saep Pajarudin melaksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama warga setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bukan sekadar formalitas dinas, melainkan sebuah upaya strategis untuk memperkuat tali silaturahmi antara TNI dan rakyat. Dalam konteks pertahanan negara, metode "Bela Negara" tidak hanya dilakukan melalui latihan militer, tetapi juga melalui pendekatan humanis yang membangun kepercayaan mutualisme antara aparat dan masyarakat.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Kopda Saep Pajarudin menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Ia menyampaikan bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab tunggal aparat kepolisian atau TNI, melainkan hak dan kewajiban setiap warga negara. "Kondisi wilayah yang kondusif adalah modal utama bagi pembangunan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, mari kita jaga lingkungan kita dari potensi gangguan keamanan, sekecil apapun itu," ujar Kopda Saep di hadapan puluhan warga yang antusias mendengarkan.
Poin krusial lainnya yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi program "Temu Cepat Lapor Cepat". Kopda Saep menjelaskan bahwa mekanisme ini dirancang untuk memangkas birokrasi dalam penanganan isu-isu sosial di tingkat desa. Dengan adanya sistem pelaporan yang responsif, setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat, baik berupa konflik horizontal maupun potensi ancaman keamanan, dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. "Jangan ragu untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan atau meresahkan. Kami, Babinsa, siap menjadi jembatan informasi kepada pihak berwenang agar tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat dan tepat," tegasnya.
Selain memberikan penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi monitoring wilayah secara langsung. Kopda Saep Pajarudin memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap aspirasi warga, mendengarkan keluhan, serta mengamati kondisi fisik dan sosial Desa Loyang. Pendekatan blusukan atau turun langsung ke lapangan ini dinilai sangat efektif untuk mendapatkan data real-time mengenai situasi di akar rumput. Hal ini sejalan dengan instruksi Dandim 0616/Indramayu yang selalu menggaungkan pentingnya kehadiran Babinsa sebagai sahabat masyarakat.
Warga Desa Loyang menyambut baik inisiatif yang digagas oleh Kopda Saep Pajarudin. Mereka merasa dihargai dan didengarkan, sehingga rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan semakin tumbuh. Salah satu tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa secara rutin seperti ini mampu meredam potensi kesalahpahaman antarwarga dan meningkatkan kesadaran kolektif untuk hidup berdampingan secara harmonis.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh keakraban. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian sipil; yang ada hanyalah dialog terbuka demi kepentingan bersama. Keberhasilan Kopda Saep Pajarudin dalam melaksanakan Komsos ini menjadi bukti konkret bahwa TNI Manunggal Bersama Rakyat (TMBR) bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang terus dijaga keberlangsungannya.
Dengan semangat juang dan dedikasi tinggi, Kopda Saep Pajarudin telah memberikan teladan positif bagi anggota Babinsa lainnya di wilayah Kodim 0616/Indramayu. Langkah kecil di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya ketahanan nasional yang tangguh, dimulai dari unit terkecil dalam struktur masyarakat, yaitu desa. Sinergitas antara TNI dan masyarakat inilah yang akan menjadi benteng kokoh bagi kedaulatan dan kestabilan bangsa Indonesia di masa depan.
