HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka F. Apik Pantau Harga Sembako di Terisi, Cabai Rawit Tembus Rp60 Ribu per Kg


Indramayu – Fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan di Kabupaten Indramayu. Untuk memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka F. Apik, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Blok Terisi, tepatnya di toko milik H. Yasir yang berada di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi.

Dalam kegiatan itu, Serka F. Apik melakukan pengecekan langsung terhadap harga sejumlah bahan pokok yang dijual di toko maupun pasar sekitar. Hasilnya, ditemukan adanya variasi harga pada sejumlah komoditas, dengan beberapa di antaranya berada pada level yang cukup tinggi.

Salah satu yang mencolok adalah harga cabai rawit hijau yang mencapai Rp60.000 per kilogram. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan komoditas lain, dan kerap menjadi perhatian masyarakat karena fluktuasinya yang cukup tajam.

“Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sembako di wilayah serta memastikan kondisi tetap terkendali,” ujar Serka F. Apik dalam laporannya.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga terpantau berada pada harga yang relatif tinggi. Bawang putih dijual di kisaran Rp38.000 per kilogram, sementara bawang merah berada di angka Rp36.000 per kilogram. Gula putih juga tercatat mencapai Rp18.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein, daging sapi berada di harga Rp145.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dijual Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam terpantau di harga Rp30.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa bahan pokok masih relatif stabil dan terjangkau. Beras dijual di kisaran Rp13.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng berada di angka Rp16.000 per kilogram. Cabai merah juga tercatat di harga Rp32.000 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian harga bahan pokok masih terkendali, terdapat beberapa komoditas yang mengalami tekanan harga, terutama pada sektor hortikultura seperti cabai dan bawang.

Aktivitas jual beli di wilayah Terisi sendiri terpantau berjalan normal. Masyarakat tetap melakukan transaksi seperti biasa, meskipun sebagian mengaku harus menyesuaikan pengeluaran akibat kenaikan harga pada beberapa kebutuhan pokok.

Peran Babinsa dalam kegiatan monitoring ini dinilai sangat penting sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gejolak ekonomi di tingkat bawah. Dengan adanya pemantauan rutin, informasi harga dapat segera disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran TNI dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan tetapi juga kesejahteraan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah terpantau aman dan lancar tanpa kendala berarti. Interaksi antara Babinsa dan para pedagang juga berjalan dengan baik, mencerminkan hubungan yang harmonis di tingkat masyarakat.

Ke depan, diharapkan kegiatan monitoring seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala guna memastikan harga sembako tetap stabil dan terjangkau. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pasar.

Dengan pemantauan yang konsisten, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi lebih dini, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan seperti Terisi.

Posting Komentar