HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Turun Tangan! Harga Sembako di Krangkeng Bergejolak


Indramayu – Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 08.20 WIB hingga selesai di salah satu toko milik warga, Bapak Kasnadi, di Desa Luwunggesik.

Langkah sigap yang dilakukan Babinsa ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap fluktuasi harga bahan pokok yang berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat. Kegiatan monitoring tersebut juga merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi laporan penting bagi jajaran atas, termasuk kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu.

Dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa sebagian besar harga sembako mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memberatkan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Beberapa komoditas utama yang mengalami kenaikan harga antara lain telur ayam yang kini berada di angka Rp29.000 per kilogram. Daging ayam juga tercatat naik menjadi Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi menyentuh harga Rp130.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada gula pasir yang kini dijual Rp16.000 per kilogram.

Tak hanya itu, harga komoditas bumbu dapur turut melonjak. Bawang merah tercatat mencapai Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai kini dijual Rp19.000 per kilogram, dan jagung Rp11.000 per kilogram, keduanya juga mengalami kenaikan harga.

Di tengah tren kenaikan tersebut, terdapat sedikit kabar baik bagi masyarakat. Harga beras justru mengalami penurunan menjadi Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng terpantau stabil di angka Rp17.000 per kilogram tanpa perubahan.

Kopka Kadilan menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi harga tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan adanya permainan harga di tingkat pedagang. Selain itu, hasil pemantauan ini akan menjadi bahan laporan penting dalam pengambilan kebijakan di tingkat komando atas.

“Monitoring ini penting untuk mengetahui perkembangan harga di lapangan secara langsung. Dengan begitu, kita bisa segera melaporkan jika ada lonjakan yang tidak wajar,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, di mana aparat TNI hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.

Situasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun kendala berarti di lapangan.

Kondisi kenaikan harga sembako ini tentu menjadi perhatian bersama, terutama menjelang momentum tertentu yang biasanya memicu lonjakan permintaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga.

Laporan dari Babinsa ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, termasuk Yth. Dandim 0616/Indramayu, dalam merumuskan langkah strategis guna menjaga kestabilan ekonomi masyarakat di wilayah Indramayu, khususnya Kecamatan Krangkeng.

Dengan adanya monitoring yang konsisten dan respons cepat dari aparat kewilayahan, diharapkan gejolak harga sembako dapat ditekan, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak terkendali.

Posting Komentar