“Babinsa Wanguk Bergerak Cepat! Musyawarah Percepatan Tanam Digelar, Ketahanan Pangan Indramayu Diperkuat”
Indramayu – Upaya percepatan musim tanam kembali digencarkan di wilayah Kabupaten Indramayu. Bertempat di Aula Balai Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, kegiatan musyawarah percepatan tanam musim gardu/sadon digelar pada Jumat (24/4/2026) siang, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas produksi pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.
Kegiatan tersebut dilaporkan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu sebagai bagian dari pelaksanaan tugas kewilayahan Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Musyawarah dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, dipimpin langsung oleh Babinsa Desa Wanguk Koptu Sahrofi.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai unsur terkait hadir untuk memberikan masukan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Di antaranya Kepala UPTD BPP Kecamatan Anjatan Heriyanto, Kuwu Desa Wanguk Edi Winata, serta Babinkamtibmas Desa Wanguk Aipda Fikri.
Turut hadir pula unsur teknis pertanian seperti Pengamat Pengairan wilayah Gabus Wetan Iman Rohmansyah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dedi, Raksa Desa Salim, Ketua Kelompok Tani (Kapoktan) Sirta, serta para petani Desa Wanguk yang menjadi ujung tombak sektor pertanian di wilayah tersebut.
Musyawarah ini menjadi forum penting dalam menyatukan persepsi serta menyusun langkah konkret percepatan tanam musim gardu/sadon. Hal ini dinilai krusial mengingat waktu tanam yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap hasil panen, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah lumbung padi seperti Indramayu.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koptu Sahrofi menegaskan pentingnya sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan para petani dalam menghadapi musim tanam. Ia menyampaikan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus hadir untuk mendampingi dan memastikan setiap program pertanian berjalan optimal.
“Kami siap mendukung penuh para petani dalam percepatan tanam ini. Koordinasi seperti ini sangat penting agar tidak ada kendala di lapangan, baik dari segi pengairan, ketersediaan pupuk, maupun kesiapan lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BPP Kecamatan Anjatan Heriyanto menekankan pentingnya pengaturan jadwal tanam yang serentak guna menghindari serangan hama serta memaksimalkan hasil produksi. Ia juga mengingatkan agar petani memanfaatkan pendampingan dari penyuluh pertanian secara optimal.
“Kami mendorong agar petani tidak berjalan sendiri. Pendampingan dari PPL sangat penting agar proses tanam hingga panen bisa lebih terarah dan hasilnya maksimal,” ungkapnya.
Dari sisi pengairan, Pengamat Pengairan Iman Rohmansyah memastikan bahwa distribusi air ke lahan pertanian akan diatur sebaik mungkin agar seluruh area persawahan dapat terairi secara merata.
Kegiatan musyawarah ini juga menjadi wadah bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan terkait kondisi lahan, ketersediaan sarana produksi, hingga strategi menghadapi perubahan cuaca.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Hal ini menunjukkan kuatnya komitmen seluruh pihak dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.
Dengan adanya musyawarah ini, diharapkan percepatan tanam musim gardu/sadon di Desa Wanguk dapat berjalan sesuai target, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program swasembada pangan nasional.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
