HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

“Gelombang Kenaikan Harga Menggila! Babinsa Krangkeng Temukan Lonjakan Sembako di Pasar Dukuhjati”


Indramayu — Kenaikan harga bahan pokok kembali menghantam pasar tradisional. Kali ini, lonjakan harga terpantau di Pasar Pagi Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, yang memicu kewaspadaan aparat setempat.

Pada Kamis pagi (30/4/2026), anggota Babinsa dari Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di pasar tersebut. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus mengantisipasi potensi gejolak ekonomi di tengah masyarakat.

Pemantauan dilakukan di Pasar Pagi Desa Dukuhjati, yang menjadi pusat aktivitas jual beli warga setempat. Dari hasil pengecekan, sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Harga telur ayam tercatat naik menjadi Rp38.000 per kilogram, sementara daging sapi melonjak hingga Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup memberatkan, mengingat kedua komoditas tersebut merupakan kebutuhan penting masyarakat.

Tak hanya itu, harga gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih bahkan mencatat lonjakan lebih tinggi, masing-masing mencapai Rp48.000 dan Rp42.000 per kilogram.

Kedelai pun ikut terdampak dengan kenaikan harga menjadi Rp19.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga pada sejumlah bahan pangan strategis yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Sementara itu, beberapa komoditas masih relatif stabil. Harga beras tercatat di angka Rp15.800 per kilogram tanpa perubahan, begitu pula minyak goreng yang bertahan di Rp16.000 per kilogram. Jagung juga tetap stabil di harga Rp11.000 per kilogram, memberikan sedikit keseimbangan di tengah tren kenaikan.

Untuk daging ayam, harga masih berada di angka Rp38.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan berarti. Meski demikian, aparat tetap mewaspadai potensi kenaikan lanjutan jika pasokan terganggu.

Menurut petugas di lapangan, monitoring ini merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh pihak tertentu.

“Kegiatan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari lonjakan yang tidak wajar,” ujar salah satu aparat.

Selain itu, pemantauan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi, khususnya di sektor pangan. Dengan pengawasan rutin, diharapkan setiap perubahan harga dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pedagang juga diharapkan tetap menjaga kejujuran serta tidak memanfaatkan situasi untuk meraih keuntungan secara tidak wajar.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di pasar terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli tetap berjalan normal meskipun diwarnai kekhawatiran warga terhadap kenaikan harga.

Kehadiran Babinsa di tengah pasar menjadi bukti nyata peran aktif aparat dalam menjaga stabilitas ekonomi hingga ke tingkat desa. Di tengah tekanan harga yang terus meningkat, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga kesejahteraan bersama.

Posting Komentar