HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

“Harga Sembako Bergejolak! Anggota Koramil 1615 Turun ke Pasar Haurgeulis, Rakyat Diminta Waspada”


Indramayu — Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi sorotan. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, aparat TNI dari Koramil 1615/Haurgeulis turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan di Pasar Haurgeulis, Kamis pagi (30/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB ini dipusatkan di Pasar Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis. Pemantauan dilakukan oleh anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Koptu Apih Santosa, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran aparat dalam memastikan harga sembako tetap terkendali dan tidak memberatkan warga. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga bahan pokok terpantau stabil, meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan.

Harga beras medium tercatat masih berada di angka Rp13.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan. Hal serupa juga terjadi pada minyak goreng yang bertahan di harga Rp17.000 per kilogram, serta jagung di angka Rp13.000 per kilogram. Kedelai lokal pun masih stabil dengan harga Rp10.000 per kilogram.

Namun, dinamika harga terlihat pada komoditas gula yang mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian karena gula merupakan salah satu kebutuhan pokok utama rumah tangga.

Di sisi lain, kabar baik datang dari harga bawang merah yang justru mengalami penurunan cukup signifikan, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Harga daging ayam juga turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat.

Untuk komoditas lainnya, harga bawang putih masih bertahan di Rp40.000 per kilogram, sementara telur ayam mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp32.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp140.000 per kilogram.

Pemantauan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi pengawasan untuk menjaga keseimbangan pasar. Aparat memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Kegiatan ini penting untuk memastikan harga tetap wajar dan tidak ada spekulasi dari pihak tertentu,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Selain itu, langkah ini juga bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Transparansi harga di pasar dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kepercayaan masyarakat.

Dengan adanya pengawasan langsung di lapangan, masyarakat diharapkan tidak perlu panik menghadapi perubahan harga. Aparat juga mengimbau pedagang untuk tetap menjaga kejujuran dalam bertransaksi serta tidak mengambil keuntungan berlebihan.

Secara keseluruhan, situasi di Pasar Haurgeulis selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan yang berarti.

Langkah sigap aparat TNI ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat, bahkan hingga ke pasar tradisional. Di tengah fluktuasi harga yang tak terhindarkan, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan bersama.

Posting Komentar