Harga Sembako Bergejolak! Babinsa Turun Langsung Pantau Lonjakan di Krangkeng, Warga Mulai Resah
Indramayu — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di Warung “Kasirih”, Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di tingkat masyarakat. Dalam pengecekan langsung di lapangan, Babinsa mencatat adanya kenaikan pada sejumlah komoditas penting yang berpotensi memengaruhi daya beli warga.
Berdasarkan hasil monitoring, harga beras terpantau berada di angka Rp15.800 per kilogram dan masih relatif stabil. Minyak goreng juga tercatat Rp16.000 per kilogram tanpa perubahan signifikan. Namun, kenaikan mulai terlihat pada beberapa bahan pokok lainnya.
Harga telur ayam kini mencapai Rp38.000 per kilogram, sementara daging sapi mengalami kenaikan menjadi Rp150.000 per kilogram. Selain itu, gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram, disusul bawang merah di angka Rp48.000 per kilogram dan bawang putih Rp42.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram. Sementara itu, harga jagung masih bertahan di angka Rp11.000 per kilogram dan daging ayam relatif stabil di Rp38.000 per kilogram.
Serka Muksin menyampaikan bahwa monitoring ini penting dilakukan secara rutin untuk memastikan kestabilan harga serta ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan lonjakan harga yang signifikan.
“Kami ingin memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Kenaikan harga beberapa komoditas ini menjadi perhatian serius, mengingat kebutuhan pokok merupakan faktor utama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Jika tidak dikendalikan, lonjakan harga dikhawatirkan dapat berdampak pada stabilitas ekonomi warga, khususnya di tingkat desa.
Di sisi lain, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi masyarakat memberikan rasa aman sekaligus memastikan tidak adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh pihak tertentu.
Warga setempat pun mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga, terutama pada bahan pangan utama seperti telur, gula, dan bumbu dapur. Meski demikian, mereka berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan harga dapat kembali stabil.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh data harga berhasil dihimpun sebagai bahan laporan kepada komando atas.
Langkah proaktif Babinsa ini diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan gambaran nyata kondisi pasar di wilayah Krangkeng.
