Harga Sembako di Kec Krangkeng Mulai Bergejolak, Babinsa Turun Langsung ke Pasar: Telur hingga Daging Sapi Naik!
Indramayu — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Indramayu. Di Pasar Pagi Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, fluktuasi harga sembako terpantau langsung oleh aparat TNI melalui kegiatan monitoring yang dilakukan Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Senin (27/4/2026).
Kegiatan pemantauan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipimpin oleh Babinsa setempat, Serka Tarkim, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus memastikan stabilitas harga bahan pokok di tingkat pasar tradisional.
Dari hasil monitoring di lapangan, sejumlah komoditas utama tercatat mengalami kenaikan harga. Beberapa di antaranya bahkan menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan harian masyarakat.
Harga telur ayam, misalnya, kini berada di angka Rp38.000 per kilogram, mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Hal serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini menyentuh Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Selain itu, komoditas lain seperti gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Harga bawang merah melonjak hingga Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai pun turut mengalami kenaikan dengan harga Rp19.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok masih terpantau stabil. Harga beras bertahan di angka Rp15.800 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per kilogram, serta daging ayam di kisaran Rp38.000 per kilogram. Jagung juga tidak mengalami perubahan harga dengan posisi Rp11.000 per kilogram.
Serka Tarkim menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini rutin dilakukan guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta memberikan informasi terkini kepada pimpinan terkait perkembangan harga di wilayah binaan.
“Kami terus memantau perkembangan harga sembako di pasar guna memastikan stabilitas dan mengantisipasi lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pedagang, masyarakat, dan pemerintah.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Pagi Desa Singakerta terpantau aman dan tertib. Aktivitas jual beli berjalan normal meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga serta memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.
Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih dini sehingga tidak berdampak luas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya.
