Harga Sembako Dipantau Ketat! Babinsa Terjun Langsung, Kondisi Pasar Terisi Jadi Sorotan
Indramayu — Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat teritorial. Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, anggota Koramil 1613/Terisi, Sertu Carli, turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut dipusatkan di salah satu toko sembako di Desa Rajasinga, Blok Terisi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga bahan pokok yang dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kehadiran Babinsa di lapangan menjadi garda terdepan dalam memastikan kondisi pasar tetap stabil. Sertu Carli tidak hanya melakukan pencatatan harga, tetapi juga berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui perkembangan distribusi dan ketersediaan barang.
Berdasarkan hasil monitoring, harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Beras berada di angka Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per kilogram, serta telur ayam Rp33.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas lain seperti gula pasir tercatat Rp17.000 per kilogram dan jagung Rp10.000 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah berada di kisaran Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp40.000 per kilogram. Di sisi lain, harga protein hewani seperti daging ayam tercatat Rp38.000 per kilogram, sementara daging sapi masih berada di level Rp135.000 per kilogram.
Sertu Carli juga mencatat bahwa hingga saat ini belum ditemukan lonjakan harga yang signifikan maupun kelangkaan barang. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi perubahan harga, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya memicu peningkatan permintaan.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan harga tetap terkendali dan stok aman, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya di sela kegiatan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara aparat TNI dengan pelaku usaha lokal dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa. Informasi yang diperoleh dari lapangan nantinya akan menjadi bahan laporan dan evaluasi bagi komando atas dalam mengambil langkah strategis ke depan.
Masyarakat pun menyambut baik langkah proaktif tersebut. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi dinilai memberikan rasa aman sekaligus memastikan tidak adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti. Monitoring berjalan sesuai rencana dan seluruh data berhasil dihimpun dengan baik.
Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Terisi dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dibayangi kekhawatiran akan lonjakan harga.
