HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Sembako Merangkak Naik di Indramayu, Koramil Turun Tangan Pantau Langsung Kondisi Pasar


Indramayu – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok kembali menjadi sorotan. Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, jajaran TNI melalui Koramil terus bergerak aktif memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1610/Krangkeng saat melakukan monitoring langsung di lapangan.

Pada Rabu pagi (29/4/2026), Babinsa Desa Srengseng, Serka Muksin, turun langsung memantau harga sembako di salah satu warung warga, yakni Warung Kasirih yang berada di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di tingkat masyarakat bawah.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting yang kerap menjadi kebutuhan harian masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan mengalami lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan harga sebelumnya.

Harga telur ayam misalnya, kini tercatat mencapai Rp38.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini menembus angka Rp150.000 per kilogram. Tak hanya itu, komoditas dapur seperti gula pasir, bawang merah, dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga yang cukup terasa.

Bawang merah kini dijual dengan harga Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Gula pasir yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Selain itu, kacang kedelai turut mengalami peningkatan harga menjadi Rp19.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas masih terpantau stabil. Harga beras masih bertahan di angka Rp15.800 per kilogram, begitu juga minyak goreng yang dijual Rp16.000 per kilogram. Daging ayam juga belum mengalami perubahan harga, tetap di kisaran Rp38.000 per kilogram. Jagung pun tercatat stabil dengan harga Rp11.000 per kilogram.

Serka Muksin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli warga.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Jika terjadi kenaikan signifikan, tentu akan dilaporkan sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah, khususnya pada sektor pangan. Dengan adanya keterlibatan aparat teritorial, diharapkan informasi terkait perkembangan harga dapat diperoleh secara cepat dan akurat.

Masyarakat setempat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, terutama pada komoditas yang mengalami kenaikan tajam. Pasalnya, lonjakan harga bahan pokok sangat berpengaruh terhadap pengeluaran harian rumah tangga, khususnya bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Sementara itu, situasi selama kegiatan monitoring berlangsung dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya praktik penimbunan atau kelangkaan barang di lokasi tersebut.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pun mendapat respons positif. Selain memberikan rasa aman, langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga.

Dengan terus digencarkannya monitoring di berbagai wilayah, diharapkan potensi gejolak harga dapat ditekan dan stabilitas pangan tetap terjaga. Koramil bersama unsur terkait pun berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Posting Komentar