Heboh Harga Daging Sapi Naik, Anggota Koramil Krangkeng Turun ke Pasar Pantau Sembako
Indramayu — Kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama daging sapi, mulai menjadi perhatian aparat di daerah. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga, anggota TNI dari Koramil 1610/Krangkeng turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali.
Kegiatan pemantauan dilakukan pada Jumat (24/4/2026) pagi di sebuah warung milik warga di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, terjun langsung mengecek harga sembako sekaligus berdialog dengan pedagang terkait perkembangan harga kebutuhan pokok.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di tingkat masyarakat. Terlebih, kenaikan harga daging sapi yang mencapai Rp150.000 per kilogram dinilai cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi daya beli warga.
“Monitoring ini penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Kami ingin memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Serka Muksin di sela kegiatan.
Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga. Selain daging sapi, beberapa bahan pokok lain seperti telur ayam, gula pasir, bawang merah, bawang putih, hingga kacang kedelai juga mengalami penyesuaian harga.
Harga telur ayam saat ini berada di angka Rp38.000 per kilogram, sementara gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp48.000 dan Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas lainnya masih terpantau stabil. Beras dijual Rp15.800 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per kilogram, serta daging ayam tetap di harga Rp38.000 per kilogram. Jagung juga tidak mengalami perubahan harga, yakni berada di kisaran Rp11.000 per kilogram.
Menurut Serka Muksin, kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut masih dalam batas wajar, meskipun tetap perlu diwaspadai. Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga biasanya dipengaruhi oleh faktor distribusi, pasokan, serta kondisi cuaca yang dapat memengaruhi hasil produksi.
“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Selain melakukan pengecekan harga, Babinsa juga memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Transparansi harga dan kejujuran dalam berdagang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Sikap tersebut justru dapat memicu kelangkaan barang dan memperparah kenaikan harga di pasaran.
Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pasar juga mendapat respons positif dari warga. Mereka menilai langkah tersebut memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil.
“Kami merasa lebih tenang karena ada yang memantau langsung. Harapannya harga bisa segera stabil kembali,” ujar salah satu warga setempat.
Kegiatan monitoring harga sembako ini merupakan bagian dari peran aktif TNI dalam mendukung stabilitas wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga ekonomi. Koramil 1610/Krangkeng berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan harga kebutuhan pokok.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.
Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi sejak dini. Pemerintah bersama aparat terkait akan terus berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
