Semarak Tradisi! Mapag Sri Desa Sumbon Meriah, Babinsa Serka Saleh Turun Kawal Panen Raya 2026
Tradisi leluhur kembali menggema di Kabupaten Indramayu. Masyarakat Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, menggelar kegiatan adat Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur menyambut musim panen raya 2025/2026. Acara yang berlangsung meriah di Balai Desa Sumbon pada Rabu (7/4/2026) ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat kebersamaan warga.
Sejak siang hari, suasana desa tampak semarak dengan kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan. Tradisi Mapag Sri yang sarat makna spiritual dan budaya ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga wujud penghormatan terhadap hasil bumi yang melimpah. Kegiatan semakin meriah dengan pagelaran wayang kulit bertajuk Satria Langen Budaya yang menjadi daya tarik utama bagi warga.
Acara yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB ini dihadiri sejumlah unsur penting, di antaranya Sekretaris Kecamatan Kroya Cahyandi, perwakilan Danramil 1617/Gabus Wetan Serka Saleh, Kapolsek Kroya IPTU Zuhri, serta Kuwu Desa Sumbon H. Tarjo. Selain itu, tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat turut memadati lokasi kegiatan.
Kehadiran aparat TNI dan Polri dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus menjaga keamanan selama acara berlangsung. Serka Saleh yang mewakili Danramil terlihat aktif berkoordinasi dengan aparat lainnya guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Mapag Sri sendiri merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat agraris. Ritual ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh, sekaligus sebagai doa agar musim tanam dan panen berikutnya terhindar dari hama dan penyakit.
Kuwu Desa Sumbon, H. Tarjo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus terus dijaga. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ruh dari tradisi tersebut.
“Mapag Sri ini adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan. Selain sebagai ungkapan syukur, juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Sementara itu, pagelaran wayang kulit Satria Langen Budaya menjadi hiburan yang dinanti-nanti masyarakat. Pertunjukan ini tidak hanya menyajikan kisah klasik penuh nilai moral, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal akar tradisinya.
Antusiasme masyarakat terlihat hingga sore hari, bahkan kegiatan direncanakan berlangsung hingga malam hari. Warga tampak menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh kebersamaan, menciptakan suasana yang hangat dan harmonis.
Kapolsek Kroya IPTU Zuhri menyampaikan bahwa pihaknya bersama TNI dan unsur terkait telah melakukan pengamanan secara maksimal agar kegiatan berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga kegiatan budaya seperti ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, berkat sinergi antara aparat keamanan dan partisipasi aktif masyarakat.
Pengamat budaya menilai bahwa tradisi Mapag Sri memiliki nilai strategis dalam menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Selain sebagai ritual adat, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dengan digelarnya Mapag Sri secara rutin, diharapkan generasi muda dapat terus mengenal dan melestarikan tradisi leluhur. Di sisi lain, kegiatan ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat potensi desa ke tingkat yang lebih luas.
Semarak Mapag Sri di Desa Sumbon menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisi masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi para petani dan seluruh warga desa.
