Serma Sarwika Turun ke Sawah, Babinsa Sliyeg Kawal Langsung Penyemprotan Padi Demi Hasil Panen Maksimal
Indramayu – Peran aktif TNI dalam mendukung ketahanan pangan kembali terlihat nyata di lapangan. Anggota Koramil 1607/Sliyeg, Serma Sarwika, turun langsung ke area persawahan untuk mendampingi petani dalam kegiatan penyemprotan tanaman padi musim rendeng tanam pertama di Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (19/4/2026) sejak pukul 07.30 WIB ini dilaksanakan di Blok Widara, salah satu wilayah pertanian produktif di desa tersebut. Pendampingan ini menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Serma Sarwika tampak aktif membantu sekaligus mengawasi proses penyemprotan tanaman padi bersama petani setempat, Bapak Kasnawi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas tanaman dari serangan hama serta memastikan pertumbuhan padi tetap optimal di musim tanam pertama.
Menurut Serma Sarwika, keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani. Ia menegaskan bahwa pendampingan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami hadir untuk memberikan semangat sekaligus membantu petani agar hasil panen bisa maksimal. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Petani yang didampingi, Kasnawi, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian. Ia menilai pendampingan tersebut tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri petani dalam mengelola lahan.
“Dengan adanya Babinsa, kami merasa lebih diperhatikan. Ini sangat membantu, apalagi saat musim tanam seperti sekarang,” ungkapnya.
Penyemprotan tanaman padi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses budidaya, terutama untuk mencegah serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu produktivitas. Jika tidak ditangani dengan baik, ancaman tersebut dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan.
Melalui pendampingan ini, diharapkan petani dapat menerapkan teknik penyemprotan yang tepat dan efektif, sehingga tanaman padi dapat tumbuh sehat hingga masa panen tiba. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara Babinsa dan petani dalam menyerap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Kegiatan pendampingan berlangsung hingga pukul 09.00 WIB dan berjalan dengan tertib, lancar, serta aman. Tidak hanya menjadi aktivitas rutin, kehadiran Babinsa di sawah juga menjadi simbol sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Upaya seperti yang dilakukan Serma Sarwika ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Di tengah tantangan sektor pertanian, kolaborasi antara aparat dan petani menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan.
Dengan keterlibatan langsung di lapangan, TNI melalui Babinsa menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan dan kemandirian pangan bangsa.
