TNI Pantau Harga Sembako di Krangkeng, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan
Indramayu – TNI melalui jajaran Koramil terus aktif memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat. Kali ini, kegiatan monitoring dilakukan di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (23/4/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Serka Tarkim, anggota Koramil 1610/Krangkeng, dengan menyasar toko sembako milik Bapak Ali yang berada di Desa Kalianyar. Pemantauan dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tingkat masyarakat.
Dari hasil monitoring, ditemukan adanya variasi pergerakan harga pada sejumlah komoditas. Beras tercatat mengalami penurunan harga menjadi Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng masih berada di harga Rp17.000 per kilogram dan terpantau stabil.
Namun, sejumlah kebutuhan pokok lainnya justru mengalami kenaikan harga. Telur ayam kini berada di angka Rp29.000 per kilogram, diikuti daging ayam yang naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Daging sapi juga mengalami kenaikan dengan harga mencapai Rp130.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas dapur lainnya seperti gula pasir yang dijual Rp16.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, serta bawang putih Rp42.000 per kilogram. Selain itu, kacang kedelai naik menjadi Rp19.000 per kilogram dan jagung mencapai Rp11.000 per kilogram.
Kondisi ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga pada sebagian besar bahan pokok, meskipun masih dalam batas yang terpantau. Monitoring ini dinilai penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di pasar.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan tertib. Aktivitas jual beli di toko sembako juga berjalan normal tanpa adanya gangguan.
Melalui kegiatan ini, TNI berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kebutuhan pokok. Selain itu, hasil pemantauan ini juga dapat menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi di masa mendatang.
