Babinsa Sertu Yusa Turun Langsung ke Pasar Srengseng: Harga Sembako Naik Terpantau, Daging Sapi & Bawang Merah Sentuh Rp48.000!
Mei 04, 2026
Indramayu– Aksi cepat tanggap Babinsa Koramil 1610/Krangkeng kembali menjadi sorotan. Senin (4/5/2026) pagi, Sertu Yusa turun langsung ke Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu untuk memantau harga sembako. Kegiatan monitoring yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menunjukkan komitmen nyata TNI dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Dalam monitoring tersebut, Babinsa Sertu Yusa mendapati beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya masih stabil. Hasil pantauan langsung di lapangan menjadi bahan penting bagi Dandim 0616/Indramayu untuk mengambil langkah antisipasi dini.
Berikut rincian harga sembako yang tercatat per Senin pagi:
1. Beras (1 kg) : Rp15.800 (stabil)
2. Minyak goreng (1 kg) : Rp16.000 (stabil)
3. Telur ayam (1 kg) : Rp38.000 (naik)
4. Daging ayam (1 kg) : Rp38.000 (stabil)
5. Daging sapi (1 kg) : Rp150.000 (naik)
6. Gula pasir (1 kg) : Rp16.000 (naik)
7. Bawang merah (1 kg) : Rp48.000 (naik)
8. Bawang putih (1 kg) : Rp42.000 (naik)
9. Kacang kedelai (1 kg) : Rp19.000 (naik)
10. Jagung (1 kg) : Rp11.000 (stabil)
Kenaikan harga pada beberapa barang strategis seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, gula pasir, telur ayam, dan kacang kedelai menjadi perhatian serius. Babinsa Sertu Yusa menekankan pentingnya pemantauan rutin untuk mencegah spekulasi dan memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat Krangkeng.
Keberadaan Babinsa di tengah-tengah masyarakat desa seperti Srengseng membuktikan peran strategis TNI dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Sertu Yusa tidak hanya memantau harga, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pedagang dan warga untuk menyerap aspirasi serta menjelaskan upaya pemerintah dalam menstabilkan pasokan.
Kegiatan monitoring berjalan dengan tertib dan aman, mencerminkan kondisi keamanan wilayah Kecamatan Krangkeng yang kondusif. Hal ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara Babinsa, aparat desa, dan masyarakat setempat.
Di tengah upaya nasional menjaga inflasi pangan, langkah proaktif Babinsa Sertu Yusa ini sangat strategis. Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung beras Jawa Barat harus terus dijaga kestabilannya agar tidak memicu gelombang kenaikan harga di tingkat konsumen. Pantauan harga sembako rutin menjadi benteng pertama dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama petani dan keluarga prasejahtera.
Babinsa Koramil 1610/Krangkeng melalui Sertu Yusa terus menunjukkan dedikasi tinggi. Setiap hari mereka berada di garis depan, memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi dengan harga yang wajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana early warning system bagi Kodim 0616/Indramayu dalam mendeteksi gejala-gejala gangguan distribusi dan pasokan.
Masyarakat Srengseng menyambut baik kehadiran Babinsa. Kepercayaan publik terhadap TNI semakin kuat ketika prajurit seperti Sertu Yusa turun langsung ke pasar tradisional, bukan hanya sekadar laporan meja. Pendekatan humanis ini memperkuat citra Babinsa sebagai sahabat masyarakat di pedesaan.
Dengan hasil monitoring ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat segera berkoordinasi untuk menekan laju kenaikan harga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan musim panen mendatang. Stabilitas harga sembako bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal ketahanan sosial dan keamanan wilayah.
Aksi Babinsa Sertu Yusa di Desa Srengseng pagi ini kembali membuktikan bahwa TNI siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan rakyat dari tingkat paling bawah. Krangkeng hari ini menjadi contoh nyata bagaimana monitoring intensif dapat menjadi solusi konkret menghadapi tantangan pangan nasional.
Semangat pengabdian Babinsa seperti Sertu Yusa menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI di Indramayu. Di tengah segala dinamika, mereka tetap teguh menjaga amanah: rakyat sejahtera, wilayah aman, Indonesia maju.
