Banjir Air Mata Haru di Patrol Lor! 1.898 Keluarga Histeris Terima Bantuan Pangan, Babinsa Sertu Muntaka Pastikan Tak Ada 'Pungli' Sepeserpun
Mei 31, 2026
INDRAMAYU – Suasana haru biru menyelimuti Kantor Desa Patrol Lor, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, pada Minggu pagi (31/5/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, ribuan warga telah memadati area kantor desa, bukan untuk demonstrasi atau protes, melainkan untuk menerima hak mereka berupa Bantuan Pangan (PBP) bulan Februari dan Maret tahun 2026. Di tengah antrean yang mengular, sosok berseragam loreng, Sertu Muntaka, Babinsa Desa Sukahaji yang bertugas mendampingi wilayah tersebut, terlihat sigap memantau setiap proses distribusi. Kehadirannya menjadi jaminan bagi warga bahwa bantuan ini akan jatuh tepat ke tangan yang berhak, tanpa potongan sepeserpun.
Kegiatan pendampingan penyaluran bantuan ini melibatkan sinergi tiga pilar keamanan dan pemerintahan: Kuwu Desa Patrol Lor, Bapak Joko Nuryanto; Bhabinkamtibmas Brigadir Aan Komara; serta petugas dari Bulog, Bapak Adit. Total ada 1.898 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar menerima paket sembako. Setiap kepala keluarga mendapatkan jatah beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah di masa inflasi seperti saat ini, paket ini bukan sekadar komoditas, melainkan nyawa yang menjaga dapur mereka tetap mengepul.
Sertu Muntaka menegaskan bahwa tugas TNI dalam pendampingan bansos adalah memastikan transparansi dan ketertiban. "Kami hadir di sini untuk melindungi rakyat dari kemungkinan penyimpangan. Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk memotong bantuan ini. Jika ada warga yang merasa dicurangi atau diminta imbalan, silakan lapor langsung kepada saya atau Bapak Kuwu. Kami akan tindak tegas," ujar Sertu Muntaka dengan suara lantang di hadapan para KPM yang sedang mengantre. Pernyataan ini sontak disambut tepuk tangan meriah oleh warga yang selama ini kerap resah dengan isu korupsi bantuan sosial.
Proses pembagian berlangsung tertib berkat koordinasi yang apik antara aparat desa dan keamanan. Brigadir Aan Komara dari pihak kepolisian juga turut mengamankan lokasi, memastikan tidak ada desak-desakan yang berpotensi memicu kericuhan. Sementara itu, Bapak Adit dari Bulog menjelaskan kualitas beras yang dibagikan adalah beras premium dengan standar nasional, bukan beras afkir. "Kualitas terjaga, timbangan pas. Ini amanah negara yang harus disampaikan dengan baik," jelasnya sambil menyerahkan karung beras kepada seorang ibu lansia yang terlihat gemetar menahan haru.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Siti (55), mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan langsung dari Babinsa. "Biasanya kami takut kalau ambil bantuan, takut ada pungutan liar. Tapi hari ini dilihat sendiri sama Pak Tentara dan Pak Polisi. Berasnya bagus, minyaknya juga penuh. Alhamdulillah, masih ada pejabat yang peduli sama orang kecil seperti kami," ucapnya sambil mengusap air mata.
Kuwu Desa Patrol Lor, Joko Nuryanto, mengapresiasi kehadiran Sertu Muntaka dan Brigadir Aan. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan bahwa pemerintah desa tidak bekerja sendiri dalam menyejahterakan warganya. "Dengan adanya pengawasan ketat dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kepercayaan masyarakat terhadap perangkat desa meningkat. Ini modal sosial yang sangat berharga bagi kami," kata Joko.
Kegiatan yang berakhir pada siang hari tersebut berjalan aman, lancar, dan tanpa insiden berarti. Namun, dampak psikologis dari kehadiran aparat yang protektif jauh lebih besar daripada sekadar distribusi fisik sembako. Warga Desa Patrol Lor kini merasa memiliki 'pagar betis' yang kuat dalam bentuk personel TNI dan Polri yang siap membela hak-hak mereka. Langkah Sertu Muntaka dan rekan-rekannya ini menjadi bukti nyata bahwa TNI-Polri bukan hanya alat pertahanan negara, tetapi juga pelindung kesejahteraan rakyat di tingkat paling akar rumput.
