HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Geger! Harga Sembako di Terisi Melonjak Drastis, Babinsa Serda Seoulistiyo Setiawan Bongkar Fakta Pahit di Kios ANA

INDRAMAYU – Kabar mengejutkan kembali datang dari wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Di tengah upaya pemerintah menstabilkan ekonomi nasional, realita di tingkat akar rumput justru menunjukkan tekanan inflasi yang semakin mencekik leher masyarakat kecil. Pada Minggu pagi (31/5/2026), seorang anggota Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serda Seoulistiyo Setiawan, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring harga bahan pokok. Hasil temuan di Kios ANA, Blok Bojong, Desa Jatimulya, mengungkapkan daftar harga yang membuat warga geleng-geleng kepala.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar formalitas administratif. Serda Seoulistiyo hadir dengan semangat melindungi daya beli rakyat dari jeratan harga pasar yang kian tidak masuk akal. Kehadirannya di kios sembako tersebut disambut hangat oleh pedagang maupun pembeli, namun raut wajah mereka tampak khawatir saat membahas deretan angka harga terbaru yang terpampang.

Salah satu sorotan utama adalah harga beras. Meski masih relatif terjangkau dibandingkan wilayah lain, harga beras di lokasi ini tercatat Rp12.000 per kilogram. Namun, kestabilan ini seolah tertutup oleh lonjakan harga komoditas lainnya yang jauh lebih ekstrem. Minyak goreng, kebutuhan vital setiap rumah tangga, kini dibanderol dengan harga fantastis Rp20.000 per kilogram. Angka ini tentu menjadi beban berat bagi ibu rumah tangga yang harus mengalokasikan anggaran dapur secara ketat.

Situasi semakin memprihatinkan ketika menelisik harga protein dan bumbu dapur. Telur ayam, sumber protein termurah, kini dijual seharga Rp29.000 per kilogram. Daging ayam juga mengalami penyesuaian menjadi Rp35.000 per kilogram, sementara daging sapi menyentuh angka Rp130.000 per kilogram. Meski harga daging sapi terlihat lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain, kombinasi dengan harga bahan pelengkap lainnya tetap membuat masakan berbahan dasar daging menjadi barang mewah yang sulit dijangkau sehari-hari.

Puncak kejutan terjadi pada sektor hortikultura, khususnya cabai dan bawang. Harga cabai rawit hijau meroket hingga Rp45.000 per kilogram, sebuah angka yang sangat tinggi untuk ukuran komoditas pelengkap rasa. Cabai merah besar juga ikut terseret arus kenaikan di posisi Rp28.000 per kilogram. Belum lagi harga bawang putih yang mencapai Rp35.000 per kilogram dan bawang merah di harga Rp30.000 per kilogram. Gula pasir pun tak luput dari incaran kenaikan, kini dijual seharga Rp18.000 per kilogram.

Menanggapi kondisi ini, Serda Seoulistiyo Setiawan menyatakan keprihatinannya sekaligus menegaskan peran aktif TNI dalam menjaga stabilitas wilayah. "Kami melihat sendiri bagaimana beratnya beban yang dipikul masyarakat. Harga-harga ini jika dibiarkan naik terus tanpa kontrol, akan berdampak pada gizi keluarga dan ketenangan sosial," ujar Serda Seoulistiyo dengan nada serius.

Ia menambahkan, monitoring ini dilakukan sebagai mata dan telinga komando di lapangan. "Tugas kami adalah memastikan tidak ada permainan harga atau kelangkaan buatan. Kami akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Perdagangan setempat untuk mencari solusi. Jika ada indikasi spekulan yang memanfaatkan momen ini untuk mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat, kami siap bertindak tegas bersama aparat terkait," tegasnya.

Serda Seoulistiyo juga menghimbau kepada para pedagang untuk tetap jujur dan tidak menimbun barang. "Mari kita jaga kebersamaan. Pedagang butuh untung, tapi rakyat juga butuh makan. Keseimbangan ini harus dijaga demi kerukunan desa," imbuhnya.

Kegiatan monitoring di Kios ANA tersebut berjalan aman dan lancar tanpa adanya gesekan. Namun, data harga yang berhasil dikumpulkan Serda Seoulistiyo menjadi peringatan keras bagi pemangku kebijakan di Kabupaten Indramayu. Tekanan ekonomi di Kecamatan Terisi nyata adanya. Tanpa intervensi cepat dan tepat, bukan tidak mungkin keresahan akibat mahalnya biaya hidup akan memicu ketidakpuasan sosial yang lebih luas. Langkah heroik Babinsa ini diharapkan menjadi pemicu bagi instansi terkait untuk segera turun tangan menyelamatkan daya beli masyarakat sebelum terlambat.
Posting Komentar