Idul Adha, Babinsa Krangkeng Pantau Harga Sembako di Pasar Singakerta, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan
INDRAMAYU –
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, jajaran TNI melalui Babinsa Koramil 1610/Krangkeng terus melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di wilayah binaannya. Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga sembako serta menjaga kondisi pasar tetap aman dan kondusif di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Pada Rabu, 27 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, Kopka Tardi, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Pagi Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan pemantauan dilakukan secara langsung dengan mendatangi para pedagang dan mengecek perkembangan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi utama masyarakat sehari-hari. Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya aparat kewilayahan dalam mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, terutama bahan pangan yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang Iduladha.
Harga beras saat ini tercatat berada di angka Rp15.800 per kilogram dan masih dalam kondisi stabil. Sementara minyak goreng dijual Rp16 ribu per kilogram dengan harga yang juga relatif tetap.
Namun beberapa komoditas lain mengalami kenaikan harga. Telur ayam misalnya, kini dijual Rp38 ribu per kilogram. Begitu pula harga daging sapi yang naik menjadi Rp150 ribu per kilogram menjelang momentum Hari Raya Kurban.
Untuk harga daging ayam, masih bertahan di angka Rp38 ribu per kilogram. Sedangkan gula pasir mengalami kenaikan menjadi Rp16 ribu per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur seperti bawang merah yang kini mencapai Rp48 ribu per kilogram dan bawang putih Rp42 ribu per kilogram. Selain itu, kacang kedelai tercatat naik menjadi Rp19 ribu per kilogram.
Sementara harga jagung masih relatif stabil di angka Rp11 ribu per kilogram tanpa mengalami perubahan signifikan.
Menurut Kopka Tardi, monitoring harga sembako dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi pasar sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar di wilayah Kecamatan Krangkeng.
Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga di lapangan sehingga aparat dapat memberikan informasi terkini terkait kondisi ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
Momentum menjelang Iduladha biasanya memang diikuti peningkatan permintaan sejumlah kebutuhan pokok, terutama bahan pangan dan komoditas yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat. Kondisi itu kerap memengaruhi fluktuasi harga di pasar tradisional.
Meski beberapa harga mengalami kenaikan, situasi pasar di Pasar Pagi Desa Singakerta terpantau masih aman, tertib, dan aktivitas jual beli berlangsung normal seperti biasa.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga mendapat sambutan positif dari para pedagang maupun masyarakat. Mereka menilai monitoring seperti ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan memberikan rasa aman kepada warga.
Selain melakukan pemantauan harga, Babinsa juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di wilayah Pasar Pagi Desa Singakerta terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti.
Dengan adanya monitoring rutin dari aparat kewilayahan, diharapkan kondisi harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan perayaan hari besar keagamaan dengan lebih tenang dan nyaman.
