Koptu Iwan Turun Langsung ke Pasar Krangkeng, Harga Sembako Diam-Diam Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai terasa di Pasar Pagi Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Di tengah kondisi tersebut, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan, turun langsung melakukan monitoring harga sembako untuk memastikan kondisi pasar tetap aman dan terkendali.
Kegiatan pemantauan dilakukan pada Rabu pagi (20/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pasar tradisional itu langsung menarik perhatian pedagang maupun warga yang sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Dalam monitoring tersebut, Koptu Iwan mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting yang biasa menjadi kebutuhan utama masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding pekan sebelumnya.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah telur ayam yang kini dijual sekitar Rp38 ribu per kilogram. Selain itu, harga daging sapi juga terpantau naik menjadi Rp150 ribu per kilogram.
Tidak hanya itu, sejumlah bahan dapur lain seperti gula pasir, bawang merah, bawang putih, hingga kacang kedelai ikut mengalami kenaikan harga di tingkat pasar tradisional.
Harga bawang merah tercatat mencapai Rp48 ribu per kilogram, sementara bawang putih dijual sekitar Rp42 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada gula pasir yang kini berada di kisaran Rp16 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga kacang kedelai tercatat naik menjadi Rp19 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang dan pembeli mulai mengeluhkan meningkatnya biaya kebutuhan rumah tangga.
Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, beberapa bahan pokok lain masih terpantau stabil. Harga beras misalnya masih bertahan di angka Rp15.800 per kilogram. Minyak goreng juga relatif stabil di kisaran Rp16 ribu per kilogram.
Untuk daging ayam, harga masih berada di angka Rp38 ribu per kilogram, sedangkan jagung tetap dijual sekitar Rp11 ribu per kilogram.
Monitoring yang dilakukan Babinsa ini merupakan bagian dari upaya pemantauan kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah, khususnya terkait stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.
Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan aktivitas perdagangan berjalan aman dan kondusif, terutama di tengah fluktuasi harga sembako yang kerap memicu keresahan masyarakat.
Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga dipengaruhi pasokan barang yang mulai berkurang serta meningkatnya biaya distribusi. Kondisi itu membuat harga beberapa komoditas perlahan mengalami penyesuaian di tingkat pasar.
Di sisi lain, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tidak terus mengalami kenaikan menjelang pertengahan tahun. Sebab, lonjakan harga sembako sangat berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Koptu Iwan menyebut monitoring harga pasar akan terus dilakukan secara berkala guna mengetahui perkembangan harga di lapangan sekaligus menjaga situasi pasar tetap aman dan tertib.
Langkah pemantauan tersebut juga penting sebagai bentuk deteksi dini terhadap kemungkinan lonjakan harga yang lebih tinggi ataupun gangguan distribusi bahan pokok di wilayah Kecamatan Krangkeng.
Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau aman dan aktivitas jual beli berjalan normal seperti biasa. Para pedagang tetap melayani pembeli meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak semakin membebani masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada harga pasar tradisional.
Sementara itu, aktivitas monitoring yang dilakukan Babinsa mendapat respons positif dari pedagang maupun warga. Mereka menilai kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan warga sehari-hari.
Dengan terus dipantaunya perkembangan harga sembako, masyarakat berharap kondisi pasar tetap stabil dan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dalam jumlah cukup di wilayah Indramayu.
