Serda Seoulistiyo Sidak Harga Sembako di Terisi, Pastikan Harga Stabil Jelang Idhul Adha
Pergerakan harga bahan pokok di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mulai menjadi perhatian. Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, anggota Koramil 1613/Terisi, Serda Seoulistiyo Setiawan, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di salah satu kios wilayah Desa Jatimulya pada Rabu pagi (20/5/2026).
Kegiatan pemantauan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB di Kios ANA yang berada di Blok Bojong, Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi. Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas jual beli itu langsung menarik perhatian warga dan pedagang setempat.
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya pengecekan stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan kondisi distribusi barang di wilayah Terisi tetap aman dan terkendali.
Dalam hasil pengecekan tersebut, sejumlah harga bahan pokok terpantau masih berada di level cukup tinggi. Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan kebutuhan rumah tangga dalam beberapa waktu ke depan.
Harga minyak goreng misalnya tercatat mencapai Rp20 ribu per kilogram. Sementara harga gula putih berada di angka Rp18 ribu per kilogram.
Untuk komoditas cabai, harga cabe rawit hijau mencapai Rp45 ribu per kilogram, sedangkan cabe merah dijual sekitar Rp28 ribu per kilogram.
Selain itu, harga bawang putih juga tercatat cukup tinggi di angka Rp35 ribu per kilogram. Sementara bawang merah berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
Di sektor protein hewani, harga telur ayam dijual sekitar Rp29 ribu per kilogram. Daging ayam berada di angka Rp35 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi menembus Rp130 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga beras di wilayah tersebut masih berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram dan dinilai relatif stabil dibanding beberapa komoditas lainnya.
Kondisi harga sembako yang terus berubah membuat masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Sejumlah warga mengaku kenaikan harga beberapa bahan pokok cukup berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.
Monitoring yang dilakukan Serda Seoulistiyo Setiawan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah sekaligus bentuk kepedulian aparat terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Selain memantau harga, aparat juga memastikan aktivitas perdagangan berjalan lancar dan situasi pasar tetap kondusif.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan monitoring pasar selama ini dinilai penting karena dapat membantu mendeteksi lebih awal potensi kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang berlebihan di masyarakat.
Di sisi lain, para pedagang berharap pasokan kebutuhan pokok tetap lancar agar harga tidak terus mengalami kenaikan. Mereka mengaku harga barang dari distributor juga mengalami perubahan dalam beberapa pekan terakhir.
Beberapa komoditas seperti minyak goreng, cabai, dan bawang disebut menjadi bahan yang paling sering mengalami fluktuasi harga di pasar tradisional.
Meski demikian, aktivitas jual beli di wilayah Terisi masih berjalan normal. Warga tetap mendatangi kios dan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meski harus menyesuaikan pengeluaran akibat kenaikan harga beberapa bahan pokok.
Pihak Koramil 1613/Terisi memastikan kegiatan monitoring harga sembako akan terus dilakukan secara berkala guna memantau perkembangan harga di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan rasa aman terkait ketersediaan bahan pokok di wilayah Kecamatan Terisi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan lancar tanpa kendala berarti. Aktivitas masyarakat maupun pedagang tetap berjalan seperti biasa.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait dapat terus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok agar tidak semakin membebani warga, terutama menjelang momen tertentu yang biasanya memicu kenaikan harga di pasar tradisional.
