“Tangis Haru Iringi Kepergian Prajurit Terbaik Kodim 0616/Indramayu, Koramil Sliyeg Gelar Upacara Militer Penuh Kehormatan”
Indramayu — Suasana duka menyelimuti Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (22/5/2026), saat ratusan warga dan keluarga melepas kepergian almarhum Pelda Purnawirawan Manwi Apandi, mantan anggota Koramil 1607/Sliyeg Kodim 0616/Indramayu. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum selama bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Upacara pemakaman berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB di kediaman duka yang berada di Jalan Raya Siliwangi Blok Tanah Asin RT 014/RW 004 Desa Majasari. Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum Blok Girang, Desa Majasari, dengan pengawalan personel TNI dari Koramil jajaran Kodim 0616/Indramayu.
Almarhum Pelda Purn. Manwi Apandi diketahui meninggal dunia di RSUD Indramayu setelah berjuang melawan penyakit pankreas yang dideritanya selama beberapa waktu terakhir. Semasa aktif berdinas, almarhum dikenal sebagai sosok Babinsa yang dekat dengan masyarakat, disiplin, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap institusi TNI AD, khususnya Koramil 1607/Sliyeg.
Prosesi pemakaman militer dipimpin langsung oleh Kapten Inf Dadang Iskandar selaku Inspektur Upacara yang juga menjabat Danramil 1608/Karangampel. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Lettu Cke Anton Susilo, S.Kom selaku Danramil 1607/Sliyeg. Sekitar 40 personel TNI turut terlibat dalam upacara penghormatan terakhir tersebut.
Rangkaian upacara diawali dengan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan penghormatan kepada almarhum serta pemberangkatan menuju lokasi pemakaman. Sesampainya di TPU Blok Girang, upacara dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum dan Apel Persada yang menjadi simbol penghormatan negara kepada prajurit yang telah purna tugas.
Suasana semakin haru ketika azan dan iqamah berkumandang di tengah prosesi penurunan jenazah ke liang lahat. Pasukan salvo yang telah bersiaga memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Keluarga yang hadir tampak tak kuasa menahan air mata saat tabur bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan cinta terakhir kepada sosok kepala keluarga yang dikenal sederhana dan penuh tanggung jawab tersebut.
Pelda Purn. Manwi Apandi lahir di Palembang pada 25 Maret 1964. Dalam perjalanan karier militernya, almarhum terakhir menjabat sebagai Babinsa Koramil 1607/Sliyeg Kodim 0616/Indramayu. Setelah memasuki masa purnatugas, almarhum menetap bersama keluarga di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg.
Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Wasiah serta dua orang anak, yakni Beliandi Palind yang bekerja sebagai karyawan swasta dan Lolita Maulindi yang masih berstatus pelajar. Kehadiran keluarga besar, kerabat, masyarakat sekitar, hingga rekan-rekan sesama prajurit menjadi bukti bahwa almarhum merupakan sosok yang dihormati dan dicintai lingkungan sekitarnya.
Berdasarkan riwayat sakit yang diterima, almarhum sempat menjalani beberapa kali perawatan intensif akibat gangguan pada pankreas. Pada April 2026, almarhum dirawat di RS Ciremai sebelum akhirnya kembali menjalani perawatan di RSUD Indramayu karena kondisi kesehatan yang terus menurun. Setelah menjalani perawatan terakhir sejak 15 Mei 2026, pihak rumah sakit menyatakan almarhum meninggal dunia pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 15.30 WIB.
Kepergian Pelda Purn. Manwi Apandi meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Kodim 0616/Indramayu. Sosoknya dikenang sebagai prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara dengan penuh dedikasi.
Prosesi pemakaman berakhir pada pukul 09.20 WIB dan berlangsung aman, tertib, serta penuh penghormatan. Semangat pengabdian dan keteladanan almarhum diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para prajurit TNI dalam menjalankan tugas demi bangsa dan negara.
