HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Waspadai Ancaman Kriminal dan Demam Berdarah! Babinsa Serma Sarwika Gerakkan Warga Majasari, Terapkan 'Jam Malam' untuk Remaja

INDRAMAYU – Suasana pagi yang tenang di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, mendadak berubah menjadi arena diskusi serius namun hangat pada Minggu (31/5/2026). Di Poskamling RT 01/RW 01, sebuah kegiatan silaturahmi yang digagas oleh Babinsa setempat, Serma Sarwika, berhasil menarik perhatian warga. Bukan sekadar pertemuan rutin, acara ini melahirkan sejumlah kebijakan kampung yang tegas demi menjaga ketertiban dan kesehatan lingkungan, terutama di tengah kerawanan keamanan akibat posisi desa yang strategis.

Desa Majasari memiliki posisi geografis yang unik sekaligus rentan. Wilayah ini dilintasi oleh jalan utama penghubung Jatibarang dan Balongan, arteri vital yang sering kali menjadi jalur lintas bagi kendaraan dari berbagai daerah. Kondisi ini, menurut Serma Sarwika, membawa implikasi ganda: akses ekonomi yang lancar, namun juga potensi gangguan keamanan yang lebih tinggi. "Posisi kita di jalur lintas membuat kita harus ekstra waspada. Orang luar bisa masuk dengan mudah, begitu pula elemen-elemen yang tidak diinginkan," ujar Serma Sarwika dalam sambutannya di hadapan warga.

Menyikapi hal tersebut, Serma Sarwika menggalang semangat gotong royong melalui reaktivasi Poskamling. Ia menyoroti menurunnya partisipasi warga dalam ronda malam di beberapa blok akhir-akhir ini. Melalui dialog intensif dengan Ketua RT 01, Bapak Dano, dan tokoh masyarakat seperti Bapak Karnoto, Babinsa ini menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif. "Jangan menunggu kejadian dulu baru kita bergerak. Poskamling harus hidup kembali. Kehadiran bapak-bapak di pos ronda adalah tameng pertama bagi keluarga kita di rumah," tegasnya.

Poin paling mengejutkan dan menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah imbauan ketat terkait pengawasan remaja. Serma Sarwika secara eksplisit meminta para orang tua untuk memantau pergerakan anak-anak mereka, khususnya pada malam hari. Ia menetapkan batas waktu jam 21.00 WIB sebagai momen di mana seluruh remaja wajib sudah berada di dalam rumah. Langkah preventif ini diambil untuk menjauhkan generasi muda dari pergaulan bebas, kenakalan remaja, hingga potensi keterlibatan dalam tindak kriminalitas atau penyalahgunaan narkoba yang kian marak terjadi di wilayah perlintasan.

"Anak-anak kita adalah masa depan desa. Jika mereka berkeliaran sampai larut malam tanpa kontrol, risikonya sangat besar. Mulai malam ini, saya minta kerja sama penuh dari para orang tua. Jam 9 malam, pintu rumah harus sudah tertutup untuk anak-anak remaja," seru Serma Sarwika dengan nada berwibawa.

Selain aspek keamanan, isu kesehatan lingkungan juga menjadi agenda krusial. Mengingat wilayah Indramayu baru saja melewati musim panen, Serma Sarwika memperingatkan adanya peningkatan populasi nyamuk yang migrasi dari sawah ke pemukiman penduduk. Ia menginstruksikan warga untuk segera membersihkan lingkungan dan menguras tempat penampungan air. Genangan air sekecil apa pun berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). "Jangan biarkan pekarangan kita menjadi sarang nyamuk. Bersihkan selokan, kubur barang bekas, dan pastikan tidak ada air tergenang. Kesehatan adalah kekayaan yang tak ternilai," tambahnya.

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini berakhir dengan kesepakatan bulat warga. Kehadiran Serma Sarwika tidak hanya membawa pesan moral, tetapi juga solusi konkret bagi permasalahan sehari-hari warga Majasari. Dengan kombinasi antara ketegasan dalam menjaga keamanan dan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, Babinsa Koramil Sliyeg ini berhasil membangun sinergi positif antara TNI dan masyarakat. Kini, warga Majasari siap bergotong royong menciptakan desa yang aman, tertib, dan sehat, di bawah komando lapangan Serma Sarwika yang dikenal dekat dan responsif terhadap aspirasi rakyatnya.
Posting Komentar