Gebrak Pasar Haurgeulis! Babinsa Koptu Apih Santosa Bongkar Fluktuasi Harga Sembako, Gula dan Telur Meroket di Tengah Stabilitas Beras
Juni 30, 2026
INDRAMAYU – Pagi itu, suasana di Pasar Daerah Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena adanya pasar murah atau acara hiburan, melainkan karena kehadiran sosok yang ditakuti para spekulan harga: Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Koptu Apih Santosa. Pada Selasa (30/6/2026) pukul 08.30 WIB, prajurit TNI dengan dedikasi tinggi ini melakukan sidak mendadak untuk memantau harga bahan pokok (sembako), memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan rakyat kecil di tengah dinamika ekonomi tahun 2026.
Langkah tegas Koptu Apih Santosa ini bukan tanpa alasan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, stabilitas harga pangan adalah kunci ketahanan nasional di tingkat mikro. Dengan berjalan menyusuri lorong-lorong pasar dan masuk ke berbagai kios serta toko sembako, Babinsa ini mengumpulkan data real-time untuk dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Hasilnya? Sebuah fakta mencengangkan yang menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar komoditas stabil, ada beberapa item yang mulai "nakal" dan menggerus daya beli masyarakat.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, harga beras medium tetap terkendali di angka Rp13.000 per kilogram, sebuah kabar baik bagi ibu rumah tangga. Minyak goreng juga masih bertahan di posisi aman Rp17.000 per kilogram, begitu pula dengan jagung dan kedelai lokal yang masing-masing stabil di Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram. Namun, kejutan terjadi pada komoditas gula pasir. Harga gula yang sebelumnya stabil, kini merangkak naik menjadi Rp17.500 per kilogram dari sebelumnya Rp17.000. Kenaikan tipis ini mungkin terlihat sepele, namun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, setiap kenaikan seratus rupiah sangat terasa dampaknya.
Tak hanya gula, harga telur ayam juga dilaporkan mengalami kenaikan, meski belum disebutkan nominal pastinya, tren kenaikan ini menjadi lampu kuning bagi pemerintah daerah. Di sisi lain, ada kabar menggembirakan bagi pecinta masakan berbumbu kuat. Harga bawang merah yang sempat melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir, kini berhasil ditekan turun signifikan menjadi Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp35.000. Demikian pula dengan daging ayam broiler, yang harganya turun menjadi Rp35.000 per kilogram dari Rp37.000. Sementara itu, bawang putih dan daging sapi tetap kokoh di harga Rp40.000 dan Rp140.000 per kilogram.
Kehadiran Koptu Apih Santosa di pasar bukan sekadar formalitas pencitraan. Tujuannya jelas dan tajam: mengawasi kestabilan harga, mencegah praktik penimbunan barang oleh oknum nakal, dan melindungi konsumen dari eksploitasi harga tidak wajar. Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, transparansi pasar meningkat dan akuntabilitas pedagang terjaga. Babinsa bertindak sebagai mata dan telinga negara di tingkat paling bawah, memastikan bahwa kebijakan stabilisasi harga pemerintah tidak hanya indah di atas kertas, tetapi nyata dirasakan di tangan pembeli.
Situasi selama kegiatan berlangsung kondusif dan aman. Tidak ada gejolak berarti antara petugas dan pedagang, justru banyak pedagang yang menyambut baik kehadiran Babinsa karena merasa dilindungi dari persaingan tidak sehat. Langkah proaktif Koramil 1615/Haurgeulis ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata bela negara melalui perlindungan ekonomi rakyat.
Masyarakat Haurgeulis kini berharap, langkah tegas Koptu Apih Santosa ini dapat diteruskan secara berkala. Jangan sampai kenaikan harga gula dan telur dibiarkan liar hingga memicu inflasi lokal. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku pasar, mimpi akan ketersediaan sembako murah dan berkualitas bukan lagi utopia, melainkan hak dasar yang harus diperjuangkan setiap hari.
