HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gebrakan Hilirisasi Tebu di Terisi! Tanam Serentak di Blok Grabyag Citayeum Hadiri Pejabat Pusat, Wujud Nyata Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani


INDRAMAYU – Sebuah langkah strategis dalam memperkuat sektor perkebunan nasional kembali digulirkan di Kabupaten Indramayu. Pada Rabu (3/3/2026), pukul 09.00 WIB, kegiatan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan Tebu dilaksanakan dengan khidmat di Blok Grabyag Citayeum, petak 27, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Kegiatan bersejarah ini dihadiri langsung oleh pejabat tinggi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yakni Bapak Hadi Daventa selaku Kepala Bagian Hukum Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjen Bun), yang menunjukkan betapa seriusnya pemerintah pusat mendorong program hilirisasi tebu di wilayah Jawa Barat.

Kehadiran Bapak Hadi Daventa didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Bapak Sugeng, serta Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKPP Indramayu, Bapak Ikhwan, menandakan bahwa program ini merupakan prioritas nasional yang didukung penuh oleh pemerintah daerah. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Danramil 1613/Terisi, Serda Wawan G (Babinsa Cikawung), perwakilan Camat Terisi, Bapak Hadi (Muspika), Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Indramayu, Bapak Sarip dari CV Karya Amelia sebagai mitra industri, serta Bapak Madha selaku perwakilan Gapoktan Kecamatan Terisi.

Program hilirisasi tebu ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan produksi gula nasional, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah bagi petani melalui integrasi hulu-hilir. Dengan adanya keterlibatan pihak swasta seperti CV Karya Amelia, diharapkan hasil panen tebu petani memiliki pasar yang pasti dan harga yang kompetitif. "Hilirisasi adalah kunci kesejahteraan petani. Kita tidak hanya menanam, tetapi memastikan hasil panen itu bernilai ekonomi tinggi dan terserap oleh industri," ujar Bapak Hadi Daventa dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan petani untuk mewujudkan ekosistem perkebunan tebu yang berkelanjutan.

Serda Wawan G, mewakili Danramil 1613/Terisi, menyatakan kesiapan TNI untuk mendampingi petani sepanjang musim tanam hingga panen. "Kami akan terus memantau perkembangan tanaman tebu ini. Kehadiran Babinsa di lapangan adalah untuk memastikan bahwa petani mendapatkan pendampingan teknis yang memadai dan terhindar dari berbagai kendala lapangan," tegasnya. Dukungan TNI ini mencakup pengamanan lahan, fasilitasi distribusi pupuk, hingga koordinasi dengan pihak kepolisian jika diperlukan.

Kepala DKPP Indramayu, Bapak Sugeng, menambahkan bahwa pemilihan Desa Cikawung sebagai lokasi tanam serentak bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia yang unggul untuk pengembangan tebu. "Kami berharap ini menjadi pilot project yang sukses. Jika di Terisi berhasil, model ini akan kami replikasi di kecamatan lain di Indramayu," katanya.

Para petani dari Gapoktan Kecamatan Terisi tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa dihargai dan mendapat jaminan kepastian usaha berkat kehadiran pejabat pusat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta TNI. Bapak Madha, perwakilan Gapoktan, mengungkapkan rasa syukurnya. "Ini momentum bagus buat kami. Ada jaminan pasar dari CV Karya Amelia dan pendampingan dari Pak Babinsa. Kami optimis tebu di Cikawung bisa panen raya dengan kualitas terbaik," ucapnya.

Kegiatan tanam serentak yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme ratusan peserta yang terlibat dalam penanaman perdana di petak 27 menjadi bukti kuatnya dukungan masyarakat terhadap program strategis nasional ini. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai laporan pertanggungjawaban.

Dengan dilaksanakannya tanam serentak ini, Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1613/Terisi kembali menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Kolaborasi lintas sektoral antara Kementerian Pertanian, Pemkab Indramayu, TNI, swasta, dan petani di Kecamatan Terisi menjadi contoh ideal bagaimana program hilirisasi dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat akar rumput. Semoga langkah ini membawa berkah dan kemakmuran bagi para petani tebu di Indramayu.
Posting Komentar