HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gempur Lahan Krangkeng! Danramil dan BBWS Cimancis Gelar 'Operasi Air' Demi Sukses Tanam Gadu 2026, Petani Bersorak Lega


INDRAMAYU – Ketegangan dan harapan tinggi menyelimuti Aula Kantor Kecamatan Krangkeng pada Selasa (30/6/2026). Sejak pukul 08.30 WIB, ruangan tersebut berubah menjadi pusat komando strategis bagi penyelamatan pangan daerah. Sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan Tanam Musim Tanam (MT) Gadu MT2 Tahun 2026 digelar dengan intensitas tinggi, melibatkan seluruh elemen kunci pertanian di wilayah tersebut. Di bawah bayang-bayang ancaman kekeringan yang kerap menghantui petani, pertemuan ini menjadi penentu apakah sawah-sawah di Krangkeng akan tetap hijau atau gagal panen akibat krisis air.

Hadir dalam forum bergengsi ini adalah Camat Krangkeng, Bpk Indra Mulyana A.P, M.Si, yang memimpin jalannya rapat dengan tegas. Tidak ketinggalan, perwakilan dari unsur militer, Danramil 1610/Krangkeng yang diwakili oleh Serka Sudono, turut hadir untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan ini berjalan sesuai target pemerintah. Kehadiran Serka Sudono memberikan sinyal kuat bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan fisik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mengamankan ketersediaan pangan nasional melalui pendampingan langsung di lapangan.

Namun, jantung dari permasalahan yang dibahas dalam rakor ini adalah isu krusial: kebutuhan air irigasi. Para Kuwu se-Kecamatan Krangkeng dan perwakilan Kelompok Tani (Gapoktan) menyuarakan keluhan mereka dengan lantang. Tanpa air, benih padi hanya akan menjadi debu di tengah terik matahari musim kemarau. Merespons kekhawatiran tersebut, hadir pula Bpk Fery dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis. Kehadiran perwakilan BBWS ini menjadi oase di tengah gersangnya harapan petani. Bpk Fery menegaskan bahwa kendala distribusi air telah masuk dalam agenda prioritas BBWS. Langkah konkret sedang digodok guna memaksimalkan aliran air irigasi ke setiap petak sawah di Krangkeng, memastikan tidak ada satu pun hektar lahan yang terlantar karena kekurangan suplai air.

Selain aspek teknis pengairan, koordinasi juga diperkuat oleh kehadiran Bpk Adnansyah selaku Ka UPTD KPP Krangkeng dan Bpk Moh Chairul SP, Koordinator Penyuluh Pertanian. Mereka bertugas menerjemahkan kebijakan teknis menjadi aksi nyata di tingkat desa. Sinergi antara pemerintah kecamatan, instansi teknis perairan, penyuluh, dan tokoh tani ini menciptakan ekosistem dukungan yang solid. Para Gapoktan yang hadir tampak lebih tenang setelah mendengar jaminan dari BBWS dan komitmen penuh dari jajaran Forkopimcam Krangkeng.

Tujuan utama dari gebrakan percepatan tanam gadu ini jelas: mensukseskan target produksi padi nasional dan menjaga stabilitas harga beras di Indramayu sebagai lumbung padi Jawa Barat. Dengan koordinasi yang matang, diharapkan masa tanam MT2 tahun 2026 dapat dimulai tepat waktu tanpa hambatan signifikan. Serka Sudono, sebagai wakil Danramil, menekankan pentingnya gotong royong. TNI siap membantu dalam hal pembukaan saluran tersier atau bantuan tenaga jika diperlukan, sebagai wujud bakti TNI kepada rakyat.

Suasana rapat berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kolaborasi. Tidak ada saling tuduh, hanya ada solusi bersama. Ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah, militer, instansi teknis, dan masyarakat bersatu padu, masalah sebesar apapun dapat diatasi. Petani Krangkeng kini menatap ladang mereka dengan optimisme baru. Air akan mengalir, padi akan tumbuh, dan swasembada pangan bukan lagi mimpi, melainkan realitas yang sedang diperjuangkan setiap hari oleh para pahlawan pangan di garis depan. Keberhasilan Rakor ini menjadi modal besar bagi Kecamatan Krangkeng untuk mencetak rekor produksi terbaik di tahun 2026.
Posting Komentar