HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Guncang Gantar! Babinsa Serda Dodi Wjaya Kawal Musdes Bersejarah, Kuwu Anton Wijaya Beberkan Rencana Ambisius RPJMDes 2026-2034 di Baleraja


INDRAMAYU – Sebuah momentum bersejarah bagi masa depan Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, terjadi pada Selasa (30/6/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, Aula Kantor Desa Baleraja dipenuhi oleh sekitar 60 perwakilan masyarakat yang penuh antusiasme. Mereka berkumpul untuk menghadiri Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) tahun 2026 hingga 2034. Di tengah hingar-bingar diskusi strategis tersebut, sosok Babinsa Baleraja, Serda Dodi Wjaya, hadir sebagai penjaga ketertiban dan simbol kehadiran negara yang memastikan setiap aspirasi rakyat tersalurkan dengan aman dan demokratis.

Kehadiran Serda Dodi Wjaya bersama BabinKamtibmas Bripka Mahaden memberikan rasa tenang dan kondusif bagi seluruh peserta musdes. Ini bukan sekadar rapat biasa, melainkan penentuan arah pembangunan desa untuk delapan tahun ke depan. Hadir pula jajaran pejabat penting seperti Sekmat Gantar, Bpk. Eka Tirta Utama S.I.P., M.Si., dan Kasi PMD Kec. Gantar, Bpk. Carmin, S.E., yang menegaskan bahwa pemerintah kecamatan mendukung penuh proses partisipatif ini. Kehadiran mereka menjadi jaminan bahwa usulan dari bawah akan didengar dan diakomodasi dalam perencanaan daerah yang lebih luas.

Dalam sambutannya, Kasi PMD Bpk. Carmin menekankan pentingnya akuntabilitas. Ia menyatakan bahwa Musdes ini adalah wujud pertanggungjawaban moral dan administratif terhadap rencana pembangunan jangka menengah. "Ini bukan tentang janji politik semata, tetapi tentang realisasi usulan masyarakat, baik itu pembangunan fisik infrastruktur maupun pemberdayaan sosial ekonomi," tegasnya. Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari para tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), serta perwakilan Karangtaruna yang hadir.

Pusat perhatian kemudian beralih kepada Kuwu Desa Baleraja, Bpk. Anton Wijaya S.Pd.i. Dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati namun visioner, Anton Wijaya menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pembangunan yang telah dilaksanakan selama periode pertama jabatannya. Ia tidak menutup mata terhadap kekurangan, namun juga memaparkan capaian-capaian nyata yang telah dirasakan warga. Lebih jauh, Anton Wijaya berkomitmen untuk terus mengupayakan pembangunan maksimal di periode keduanya, meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada. "Kita akan memutar otak, berinovasi, dan mengoptimalkan setiap rupiah dana desa demi kemajuan Baleraja," ujarnya dengan nada tegas.

Hadirnya Ketua BPD Bpk. Iwan dan Pendamping Desa Bpk. Ibnurul Rasyid semakin melengkapi kekuatan tim penggerak desa ini. Bersama para RT, RW, dan Kepala Dusun Desa Mekarjaya, mereka membentuk simpul-simpul koordinasi yang kuat. Peran Babinsa Serda Dodi Wjaya dalam mendampingi jalannya musdes sangat krusial. Ia memastikan tidak ada monopoli suara atau intimidasi dalam proses pengambilan keputusan. Sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa menciptakan iklim demokrasi desa yang sehat.

Musdes yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada gesekan berarti, hanya ada dialog konstruktif untuk mencari titik temu terbaik bagi kepentingan bersama. Hasil dari musdes ini diharapkan menjadi peta jalan (roadmap) yang jelas bagi Desa Baleraja menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Langkah proaktif yang diambil oleh Kuwu Anton Wijaya dengan dukungan penuh dari Babinsa Serda Dodi Wjaya ini patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indramayu. Bahwa pembangunan yang berkelanjutan lahir dari partisipasi aktif masyarakat dan pengawasan ketat dari unsur keamanan. Dengan RPJMDes 2026-2034 yang solid, Desa Baleraja kini siap melangkah lebih jauh, meninggalkan ketertinggalan, dan menyongsong era baru kemakmuran yang inklusif bagi seluruh warganya.
Posting Komentar