HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kabar Gembira di Haurgeulis! Harga Beras dan Bawang Merah Turun, Babinsa Serda Dodi Wijaya: "Stok Aman, Warga Bisa Bernapas Lega"


INDRAMAYU – Kabar menggembirakan datang dari Pasar Daerah Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Senin pagi (1/6/2026). Setelah beberapa pekan terakhir mengalami tekanan inflasi pada sejumlah komoditas strategis, harga bahan pokok (sembako) mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Hal ini terungkap saat Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Dodi Wijaya, melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako di berbagai kios dan toko di wilayah pasar tersebut, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Hasil pantauan lapangan menunjukkan adanya pergeseran harga yang menguntungkan bagi daya beli masyarakat. Komoditas utama, beras medium, yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp13.200 per kilogram, kini telah turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada bawang merah, yang harganya anjlok dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Selain itu, harga daging ayam potong juga mengalami koreksi positif, turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Tren penurunan ini tentu menjadi oase bagi ibu rumah tangga yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya dapur.

Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan. Harga gula pasir tercatat naik tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram, sementara telur ayam juga mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan dan fluktuasi harga pakan ternak. Untuk komoditas lainnya seperti minyak goreng (Rp17.000/kg), jagung (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), dan daging sapi (Rp140.000/kg), harga terpantau tetap stabil tanpa perubahan berarti.

Serda Dodi Wijaya, yang rutin melakukan patroli harga ini, mengungkapkan bahwa penurunan harga beras dan bawang merah berkat lancarnya distribusi dari pusat serta panen raya di beberapa wilayah sentra produksi. "Alhamdulillah, stok di pasar Haurgeulis sangat melimpah. Tidak ada indikasi penimbunan. Kami terus berkoordinasi dengan pedagang untuk memastikan harga tetap wajar dan tidak ada permainan pasar," ujar Serda Dodi saat memantau salah satu kios sembako.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran TNI di pasar bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi konsumen. "Dengan adanya monitoring rutin, pedagang jadi lebih transparan. Jika ada warga yang menemukan harga tidak wajar atau kualitas barang yang buruk, silakan laporkan kepada kami atau pihak pasar. Kami siap menindaklanjuti," tegasnya.

Para pedagang di Pasar Haurgeulis menyambut baik kehadiran Babinsa. Mereka mengaku merasa terbantu dengan adanya pengawasan yang konstruktif, karena hal ini menjaga kepercayaan pembeli. "Kalau ada Pak Tentara yang cek, kami jadi lebih yakin jual harga pas. Pembeli juga jadi tenang, tidak curiga kami main-main harga," kata Ibu Siti, seorang pedagang sembako setempat.

Kegiatan pemantauan yang berlangsung dalam keadaan aman dan tertib ini menjadi bukti nyata kepedulian Koramil 1615/Haurgeulis terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan data harga yang akurat dan transparan, pemerintah kecamatan dapat mengambil langkah cepat jika terjadi gejolak harga mendadak.

Bagi masyarakat Haurgeulis, tren penurunan harga beras dan bawang merah ini adalah sinyal positif bahwa stabilitas ekonomi lokal mulai membaik. Namun, kewaspadaan terhadap kenaikan harga gula dan telur tetap perlu dijaga. Sinergi antara TNI, pedagang, dan pemerintah daerah diharapkan terus terjaga agar momentum kestabilan harga ini dapat bertahan lama, sehingga daya beli masyarakat tetap kuat dan perekonomian daerah terus bergeliat positif.
Posting Komentar