HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

"Pancasila Pemersatu, Pondasi Perdamaian!" Semangat Kebangsaan Menggema di Haurgeulis, Peltu Wawan H: "Jaga Kerukunan, Tolak Radikalisme"

INDRAMAYU – Pagi yang cerah di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Senin (1/6/2026), diselimuti oleh aura khidmat dan semangat persatuan. Tepat pukul 07.30 WIB, halaman SMK Al Irsyad Haurgeulis, Desa Cipancuh, dipenuhi oleh ratusan peserta upacara yang terdiri dari aparatur sipil negara, anggota TNI-Polri, tokoh agama, pendidik, dan perangkat desa. Mereka berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 dengan tema yang sangat relevan: "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia". Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur bangsa di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Upacara yang berlangsung tertib dan lancar ini dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara, Camat Haurgeulis, Bapak Rory Firmansyah, S.STP., M.Msi. Kehadiran para elemen strategis daerah menunjukkan kuatnya sinergi pemerintahan di wilayah tersebut. Danramil 1615/Hgl diwakili oleh Peltu Wawan H dari Koramil 1615/Haurgeulis, sementara Kapolsek Haurgeulis mengirimkan wakilnya, Bripda Andri. Turut hadir pula Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Nanang Fuazi Wibowo, Ketua KUA Kecamatan Haurgeulis, Kepala Sekolah SMK Al Irsyad, serta para Kuwu dan Pamong Desa se-Kecamatan Haurgeulis. Komposisi peserta yang beragam ini mencerminkan esensi Pancasila sebagai pemersatu seluruh lapisan masyarakat.

Dalam amanatnya, Camat Rory Firmansyah menekankan bahwa di tengah gejolak geopolitik dunia yang sering kali diwarnai konflik, Indonesia tetap berdiri kokoh berkat perekat bernama Pancasila. "Tema tahun ini mengingatkan kita bahwa kedamaian dunia bermula dari kedamaian di tingkat lokal. Jika kita di Haurgeulis bisa hidup rukun meski berbeda suku dan agama, maka kita telah berkontribusi bagi perdamaian dunia. Pancasila adalah hadiah terbesar bangsa ini untuk kemanusiaan," ujar Rory dengan penuh penghayatan. Ia mengajak seluruh ASN dan perangkat desa untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam pelayanan publik.

Peltu Wawan H, mewakili Danramil 1615/Hgl, memberikan perspektif keamanan terkait pentingnya menjaga ideologi negara. Menurutnya, ancaman terhadap Pancasila saat ini bersifat asimetris, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. "Tugas kita semua, termasuk Babinsa di lapangan, adalah memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat. Kita harus cerdas memfilter informasi dan menolak segala bentuk provokasi. Mari kita jaga kerukunan antarwarga, karena itu adalah fondasi pertahanan negara yang paling dasar," tegas Peltu Wawan H.

Kehadiran Kepala Sekolah SMK Al Irsyad dan para pendidik dalam upacara ini juga menjadi simbol komitmen sektor pendidikan dalam menanamkan nilai kebangsaan. Mereka berjanji akan intensif mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, agar generasi muda Haurgeulis tumbuh menjadi individu yang toleran, kritis, dan cinta tanah air. Para Kuwu yang hadir juga menyatakan kesiapan mereka untuk meneruskan semangat ini ke tingkat desa, memastikan setiap kebijakan desa mencerminkan nilai musyawarah mufakat dan keadilan sosial.

Rangkaian upacara berjalan dengan hikmat, dimulai dari penghormatan kepada pembina upacara, pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945. Prosesi ditutup dengan doa bersama untuk kesejahteraan bangsa dan laporan pemimpin upacara. Seluruh kegiatan berakhir pada pukul 08.15 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kecamatan Haurgeulis tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah deklarasi kolektif. Bahwa masyarakat Haurgeulis siap menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan dan kesatuan. Dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan dunia pendidikan, nilai-nilai luhur pendiri bangsa terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Di tengah arus globalisasi yang kadang mengikis identitas lokal, langkah konkret seperti ini menjadi bukti bahwa Pancasila masih relevan, hidup, dan menjadi jiwa dari setiap gerak langkah masyarakat Indramayu dalam membangun negeri yang damai dan beradab.
Posting Komentar