Pelda Rastika Hadiri Lokakarya Lintas Sektor di Sliyeg, Wujudkan Visi "Sliyeg Sehat" Melalui Sinergi Terpadu
Juni 29, 2026
INDRAMAYU – Upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif memerlukan kolaborasi kuat antara sektor kesehatan, pemerintahan, keamanan, dan elemen masyarakat. Menyadari pentingnya pendekatan holistik ini, UPTD Puskesmas Sliyeg menggelar kegiatan Lokakarya Lintas Sektor dengan tema "Sinergi Pelayanan Prima Menuju Sliyeg Sehat". Acara strategis tersebut berlangsung pada Senin (29/6/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Kehadiran unsur TNI dalam forum perencanaan kesehatan ini diwakili oleh Pelda Rastika, yang bertindak atas nama Danramil 1607/Sliyeg. Kehadiran Pelda Rastika menegaskan komitmen Koramil Sliyeg untuk mendukung setiap inisiatif pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, khususnya di bidang kesehatan. Dalam konteks pembinaan teritorial, kesehatan masyarakat merupakan indikator vital ketahanan wilayah. Oleh karena itu, sinergi antara Babinsa, pihak kesehatan, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai tantangan kesehatan di tingkat kecamatan.
Lokakarya ini dipimpin langsung oleh Camat Sliyeg, Bapak Opik Hidayat, S.Sos., yang menekankan bahwa kesehatan adalah hak dasar warga negara yang harus difasilitasi oleh seluruh pemangku kepentingan. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak melihat kesehatan hanya sebagai tanggung jawab dinas kesehatan semata, melainkan sebagai gerakan bersama yang melibatkan semua lini. Hadir pula Kepala Puskesmas Sliyeg, Ibu Hj. Tasiroh, yang memaparkan capaian kinerja pelayanan kesehatan triwulan sebelumnya serta strategi peningkatan kualitas layanan untuk mencapai target "Sliyeg Sehat".
Selain unsur TNI dan kepolisian yang diwakili oleh Aiptu Akis Jahari, S.H., M.H. dari Polsek Sliyeg, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala P2KB-P3A Kecamatan Sliyeg, Ibu Hj. Sti Umarmi, K.S., ST., MM. Keterlibatan dinas terkait seperti P2KB-P3A sangat krusial mengingat isu kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak memiliki keterkaitan erat dengan kesejahteraan keluarga. Selain itu, kehadiran perwakilan Ibu-ibu PKK se-Kecamatan Sliyeg menambah kekuatan sosial dalam kampanye kesehatan, mengingat peran ibu sebagai manajer kesehatan di tingkat rumah tangga.
Dalam diskusi yang berlangsung intensif selama tiga jam tersebut, para peserta merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. Pelda Rastika menyampaikan bahwa Babinsa siap membantu sosialisasi program-program kesehatan kepada masyarakat melalui pendekatan personal saat melaksanakan tugas harian di desa. Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa dinilai efektif untuk mengubah perilaku masyarakat yang masih enggan memeriksakan kesehatan atau mengikuti program imunisasi dan posyandu.
Suasana kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 12.00 WIB. Para peserta aktif memberikan masukan konstruktif demi perbaikan layanan kesehatan di Kecamatan Sliyeg. Tidak ada gejolak atau hambatan berarti selama proses diskusi berlangsung, menunjukkan kematangan profesionalisme para aparatur dan tokoh masyarakat yang hadir.
Hasil dari Lokakarya Lintas Sektor ini diharapkan dapat menjadi pedoman operasional bagi Puskesmas Sliyeg dan mitra kerjanya dalam menjalankan program kerja berikutnya. Dengan adanya kesepakatan bersama dan pembagian tugas yang jelas antar-sektor, diharapkan indikator kesehatan di Kecamatan Sliyeg dapat terus meningkat. Kehadiran Pelda Rastika sebagai representasi Kodim 0616/Indramayu menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di garda terdepan, tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun kesejahteraan dan kesehatan rakyat Indonesia melalui semangat gotong royong dan sinergi lintas sektoral.
