Serka Castra Pantau Harga Sembako di Terisi, Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kilogram
Juni 29, 2026
INDRAMAYU – Stabilitas harga bahan pokok menjadi perhatian serius bagi jajaran TNI Kodim 0616/Indramayu dalam upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat, Serka Castra, anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembilan bahan pokok (sembako) secara langsung di lapangan. Pada Senin (29/6/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, Serka Castra turun tangan menyambangi Toko Azmi milik Ibu Julimah yang berlokasi di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang serta mendeteksi adanya potensi kenaikan harga yang tidak wajar atau spekulasi pasar. Dalam laporannya, Serka Castra mencatat daftar harga terkini yang berlaku di toko tersebut dan sekitarnya. Hasil pemantauan menunjukkan adanya variasi harga yang perlu menjadi atensi bersama, khususnya pada komoditas bumbu dapur dan protein hewani.
Dari data yang dihimpun, harga beras masih relatif terjangkau di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng curah stabil di harga Rp16.000 per kilogram. Namun, lonjakan harga terlihat signifikan pada komoditas cabai. Harga cabai rawit hijau tercatat melonjak tinggi mencapai Rp60.000 per kilogram, sebuah angka yang cukup memberatkan bagi ibu rumah tangga. Sementara itu, cabai merah besar dibanderol dengan harga Rp32.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada kelompok bumbu lainnya, seperti bawang merah yang dijual seharga Rp36.000 per kilogram dan bawang putih di angka Rp38.000 per kilogram. Gula pasir pun mengalami penyesuaian harga menjadi Rp18.000 per kilogram.
Untuk sektor protein hewani, harga telur ayam berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Harga daging sapi tercatat paling tinggi, yaitu Rp145.000 per kilogram. Angka-angka ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan inflasi bahan pangan yang dihadapi masyarakat Desa Plosokerep dan sekitarnya.
Kehadiran Serka Castra di toko Ibu Julimah disambut baik oleh pedagang maupun pembeli. Interaksi yang terjalin tidak hanya sebatas pencatatan harga, tetapi juga menjadi sarana dialog antara aparat TNI dengan masyarakat. Serka Castra menghimbau kepada para pedagang untuk tetap menjual barang dengan harga wajar dan tidak menimbun stok demi keuntungan sesaat. Sebaliknya, ia juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan memanfaatkan bahan pengganti jika harga suatu komoditas sedang tinggi.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Desa Plosokerep terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gejolak sosial atau keluhan keras dari masyarakat terkait kelangkaan barang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Babinsa dan Koramil dalam mendukung tugas pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi mikro.
Dengan adanya monitoring rutin seperti yang dilakukan oleh Serka Castra, diharapkan data harga yang akurat dapat segera disampaikan kepada pihak berwenang untuk mengambil langkah mitigasi jika diperlukan, seperti operasi pasar atau subsidi tertentu. Sinergitas antara TNI, pedagang, dan masyarakat di Kecamatan Terisi ini menjadi contoh positif bagaimana keamanan dan kesejahteraan dapat dijaga secara bersamaan melalui kehadiran aparatur yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan dasar rakyat.
