Waspada Kenaikan Harga Serempak di Krangkeng, Babinsa Serka Sudono Intensifkan Pantauan di Pasar Kaget Dukuhjati
Juni 04, 2026
INDRAMAYU – Fluktuasi harga bahan pokok (sembako) yang cenderung naik di sejumlah komoditas menjadi perhatian serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Menyikapi hal tersebut, Anggota Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako secara rutin di Pasar Kaget, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Kamis pagi (4/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok dan mendeteksi dini potensi gejolak harga yang dapat memberatkan masyarakat.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup signifikan pada berbagai komoditas strategis. Berbeda dengan wilayah lain yang masih stabil, Pasar Kaget Dukuhjati mencatatkan kenaikan pada hampir seluruh item, kecuali beras dan minyak goreng. Harga beras medium justru mengalami penurunan menjadi Rp12.000 per kilogram, sementara minyak goreng tetap stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Namun, komoditas lain seperti telur ayam naik ke level Rp32.000 per kilogram, daging ayam naik menjadi Rp36.000 per kilogram, dan daging sapi naik menjadi Rp130.000 per kilogram.
Kenaikan yang lebih tajam terpantau pada kelompok bumbu dapur dan bahan pokok lainnya. Gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram, bawang merah melonjak ke angka Rp40.000 per kilogram, bawang putih menjadi Rp42.000 per kilogram, kacang kedelai naik menjadi Rp19.000 per kilogram, serta jagung naik menjadi Rp11.000 per kilogram. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi dan pasokan dari daerah produsen yang sedikit terhambat, sehingga berdampak pada harga eceran di tingkat pasar tradisional.
Serka Sudono segera berkoordinasi dengan para pedagang dan pengurus pasar untuk mengetahui penyebab kenaikan tersebut. "Kami melihat adanya kenaikan serempak pada banyak komoditas hari ini. Kami telah meminta pedagang untuk tidak melakukan spekulasi harga dan memastikan stok tetap tersedia. Kami juga akan melaporkan data ini kepada Dinas Perdagangan untuk mendapatkan klarifikasi dan solusi jika diperlukan," ujarnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli kebutuhan secukupnya, karena pemerintah terus memantau situasi pasokan.
Para pedagang di Pasar Kaget Dukuhjati menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi akibat kenaikan harga beli dari pasar induk atau tengkulak. "Kami hanya mengikuti harga pasar. Stok memang ada, tapi harganya sudah naik dari sumbernya," kata salah satu pedagang. Kehadiran Babinsa memberikan rasa aman bagi pembeli bahwa tidak ada praktik penimbunan yang disengaja oleh pedagang lokal.
Kegiatan monitoring yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dalam keadaan tertib dan aman. Data harga yang dikumpulkan oleh Serka Sudono akan menjadi bahan laporan penting bagi Danramil 1610/Krangkeng untuk diteruskan ke jajaran Kodim 0616/Indramayu. Langkah proaktif Koramil 1610/Krangkeng ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi bahan pokok. Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi lintas sektoral, diharapkan stabilitas harga di Kecamatan Krangkeng dapat segera kembali normal.
