Angin Segar bagi Warga Haurgeulis! Harga Beras dan Bawang Merah Anjlok, Babinsa Sertu Kusno Wardhana Temukan Kabar Gembira di Tengah Fluktuasi Pasar
Juli 12, 2026
INDRAMAYU – Di tengah kekhawatiran masyarakat akan tingginya biaya hidup yang kian mencekik, sebuah kabar menggembirkan datang dari Kecamatan Haurgeulis. Pada Minggu pagi (12/7/2026), suasana pasar dan kios-kios sembako di wilayah tersebut diselimuti rasa lega. Hal ini menyusul hasil pemantauan langsung yang dilakukan oleh anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Sertu Kusno Wardhana, yang menemukan tren penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis.
Bertugas mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, Sertu Kusno Wardhana dengan teliti menelusuri berbagai kios dan toko sembako di seantero Kecamatan Haurgeulis. Langkahnya bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Hasil yang diperoleh pun cukup mengejutkan dan melegakan hati para ibu rumah tangga serta pelaku usaha kecil.
Sorotan utama tertuju pada beras medium, bahan pokok paling vital bagi rakyat Indonesia. Jika sebelumnya dibanderol Rp13.200 per kilogram, kini harga beras telah turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini, meski terlihat nominalnya kecil, memiliki dampak psikologis dan ekonomis yang signifikan bagi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Tidak hanya beras, bumbu dapur penyedap rasa juga mengalami koreksi harga yang drastis. Bawang merah, yang sempat meroket di berbagai daerah lain, di Haurgeulis justru anjlok dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Ini adalah berita manis bagi para pedagang makanan dan konsumen harian.
Kabar baik lainnya datang dari sektor protein hewani. Harga daging ayam potong yang sebelumnya berada di angka Rp37.000 per kilogram, kini berhasil ditekan menjadi Rp35.000 per kilogram. Ketersediaan pasokan yang lancar diduga menjadi faktor utama turunnya harga komoditas ini. Sementara itu, daging sapi tetap bertahan di posisi Rp140.000 per kilogram, menunjukkan stabilitas pasokan hewan ternak besar di wilayah tersebut.
Namun, tidak semua kabar membawa suka cita. Sertu Kusno mencatat adanya kenaikan harga pada gula pasir dan telur ayam. Gula pasir naik tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram, sementara telur ayam juga tercatat mengalami kenaikan dari level sebelumnya ke angka Rp32.000 per kilogram. Meski demikian, kenaikan ini masih dalam batas wajar dan belum memicu keresahan massal. Komoditas lain seperti minyak goreng (Rp17.000/kg), jagung (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), dan bawang putih (Rp40.000/kg) terpantau stabil, tidak mengalami perubahan berarti.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah pedagang dan pembeli memberikan efek jera bagi siapa saja yang berniat memainkan harga. Sertu Kusno Wardhana juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan komunikasi sosial, mendengarkan keluhan pedagang terkait distribusi, serta memastikan tidak ada praktik penimbunan barang. "Kami ingin memastikan bahwa penurunan harga ini bisa dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir orang," ujarnya saat memantau salah satu kios di pusat kecamatan.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau sangat kondusif. Tidak ada gejolak atau ketegangan antara pedagang dan pembeli. Aktivitas jual-beli berjalan lancar, aman, dan tertib. Keberhasilan menjaga stabilitas harga ini merupakan buah dari sinergi positif antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan para pelaku pasar.
Laporan ini menjadi bukti komitmen Koramil 1615/Haurgeulis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan turunnya harga beras dan bawang merah, beban ekonomi warga Haurgeulis sedikit terangkat. Dandim 0616/Indramayu dapat mencatat ini sebagai capaian positif pembinaan wilayah, di mana kehadiran TNI tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan fisik, tetapi juga dalam perlindungan ekonomi rakyat. Semoga tren penurunan harga ini dapat berlanjut dan menular ke komoditas lainnya, sehingga kesejahteraan masyarakat Indramayu semakin meningkat.
