Atasi Ancaman Abrasi, Danpos Patrol Serka Agus Nurohman Gelar FGD Strategis Libatkan Akademisi dan Mitra Vietnam
Juli 15, 2026
INDRAMAYU – Isu kritis mengenai abrasi pantai yang terus menggerus wilayah pesisir Indramayu akhirnya mendapat perhatian serius melalui sebuah forum diskusi tingkat tinggi. Pada Rabu, 15 Juli 2026, Aula Kecamatan Patrol menjadi pusat perhatian para pemangku kepentingan saat digelar Focus Group Discussion (FGD) terkait riset kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dipimpin oleh perwakilan Danramil 1614/Anjatan, Serka Agus Nurohman selaku Danpos Kecamatan Patrol, yang hadir untuk memastikan aspek keamanan dan ketertiban wilayah tetap terjaga di tengah pembahasan isu strategis nasional.
FGD ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah upaya konkret untuk mencari solusi atas bencana lambat (slow disaster) berupa abrasi yang telah merugikan masyarakat pesisir selama bertahun-tahun. Diskusi mendalam menyoroti berbagai dampak destruktif, mulai dari hilangnya lahan pertanian produktif yang menjadi sumber penghidupan utama warga, menurunnya nilai jual tanah secara drastis, hingga rusaknya ekosistem pesisir yang vital bagi keberlangsungan biota laut. Lebih jauh lagi, dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya kemiskinan dan migrasi paksa akibat kehilangan tempat tinggal, juga menjadi poin utama yang dibahas.
Kehadiran Serka Agus Nurohman dalam forum ini menegaskan peran TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang peduli terhadap kesejahteraan rakyat. Sebagai wakil dari unsur kewilayahan, ia memastikan bahwa setiap rekomendasi yang lahir dari diskusi ini dapat diimplementasikan dengan dukungan keamanan dan ketertiban di lapangan. Kehadirannya juga menjadi jembatan komunikasi antara militer, pemerintah sipil, dan akademisi.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan tokoh kunci yang mewakili berbagai sektor. Bupati atau wakilnya diwakili oleh Bapak Bagus Asep Trisnadi, Camat Patrol beserta jajarannya, yang berkomitmen untuk meneruskan hasil riset menjadi kebijakan daerah. H. Saripudin, S.H., M.H., Kapolsek Patrol, turut hadir untuk memberikan perspektif hukum dan keamanan terkait sengketa lahan atau dampak sosial akibat abrasi.
Dari sisi akademisi, kehadiran Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., Dekan Sekolah Vokasi Universitas Pasundan, membawa angin segar berbasis data dan penelitian ilmiah. Kolaborasi dengan universitas diharapkan menghasilkan model penanganan abrasi yang teknis, efektif, dan berkelanjutan. Yang lebih menarik adalah kehadiran mitra internasional, Dr. Le Van Cong dari Vietnam. Keterlibatan ahli dari negara tetangga ini menunjukkan bahwa masalah abrasi di Indramayu memiliki relevansi global dan memerlukan pertukaran pengetahuan lintas negara, mengingat Vietnam juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola wilayah pesisir.
Tidak ketinggalan, kepala unit teknis seperti Ka UPTD Perikanan dan Ka UPTD Pertanian hadir untuk memberikan masukan praktis mengenai dampak abrasi terhadap sektor produktif mereka. Sementara itu, Kuwu Sukahaji dan Patrol Lor, serta perwakilan masyarakat dari kedua desa tersebut, menyuarakan langsung keluh kesah warga. Suara mereka menjadi bukti nyata bahwa di balik angka-angka statistik, ada nyawa dan kehidupan yang terdampak.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kondusif, aman, dan tertib terjaga dengan baik. Interaksi antara peserta berjalan dinamis, saling menghargai, dan berorientasi pada solusi. Diharapkan dari FGD ini akan lahir rekomendasi kebijakan yang komprehensif, mencakup aspek teknis rekayasa pantai, restorasi ekosistem mangrove, hingga pemberdayaan ekonomi alternatif bagi warga yang terdampak.
Langkah proaktif Serka Agus Nurohman dan seluruh elemen yang terlibat di Kecamatan Patrol ini patut diapresiasi. Ini adalah contoh bagus bagaimana sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Akademisi, dan Masyarakat dapat menciptakan solusi holistik untuk masalah lingkungan yang kompleks. Dengan adanya kolaborasi ini, harapan untuk menyelamatkan pesisir Indramayu dari cengkeraman abrasi semakin terbuka lebar, demi keberlanjutan kehidupan generasi masa depan.
