Babinsa Anjatan Masuk Pesantren, Sertu Muntaka Bekali 160 Santri Al Abror dengan Jiwa Patriotisme dan Anti-Bullying
Juli 15, 2026
INDRAMAYU – Di tengah gemuruh suara lantunan ayat suci Al-Quran yang bergema dari Pondok Pesantren Sains Al-Quran Al Abror, Kecamatan Sukra, sebuah sesi pembelajaran penting tengah berlangsung pada Rabu pagi, 15 Juli 2026. Bukan hanya ilmu agama dan sains yang diserap oleh para santri, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan dan karakter tangguh. Sertu Muntaka, anggota Koramil 1614/Anjatan, hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 160 siswa-siswi baru pesantren tersebut. Kehadirannya membawa angin segar berupa wawasan kebangsaan yang mendalam, sekaligus penegasan sikap tegas terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk Ustaz Gopar selaku penanggung jawab kegiatan, Ustaz Basuni, S.Pd. selaku pengasuh ponpes, serta Aipda Ade dari Polsek Sukra. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan pihak pesantren ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia serta cinta tanah air.
Sertu Muntaka tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa lima materi krusial yang dirancang khusus untuk membentengi mental para santri di era modern. Pertama, Wawasan Kebangsaan. Dalam materi ini, Sertu Muntaka menjelaskan pentingnya memahami identitas bangsa Indonesia yang majemuk namun tetap satu. Ia menekankan bahwa menjadi santri yang sholeh juga berarti menjadi warga negara yang baik dan taat hukum.
Kedua, kampanye "Stop Bullying". Ini adalah isu yang sangat relevan di kalangan pelajar. Sertu Muntaka dengan tegas menyampaikan bahwa perundungan atau bullying adalah tindakan tercela yang merusak mental korban dan mencoreng nama baik institusi pendidikan. Ia mengajak para santri untuk saling menghargai, membangun persaudaraan (ukhuwah), dan melaporkan setiap tindakan kekerasan kepada guru atau pembina. Pesan ini disambut antusias oleh para santri yang menyadari bahwa lingkungan pesantren harus menjadi zona nyaman bagi semua orang.
Ketiga, Kedisiplinan. Sebagai anggota TNI, Sertu Muntaka mencontohkan bagaimana disiplin waktu, disiplin berpakaian, dan disiplin dalam ibadah dapat membentuk pribadi yang sukses. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari hafalan Quran, tetapi juga dari ketepatan dalam menjalankan aturan harian pesantren.
Keempat, Pembentukan Mental dan Karakter. Di sini, Sertu Muntaka mengajak para santri untuk memiliki mental baja, tidak mudah menyerah, dan berani menghadapi tantangan. Ia menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sebagai modal utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kelima, Bela Negara. Materi ini membuka wawasan para santri bahwa bela negara tidak selalu identik dengan mengangkat senjata. Bagi seorang pelajar, bela negara adalah dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga nama baik bangsa, dan berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Hadirnya Aipda Ade dari Polsek Sukra juga memberikan dimensi keamanan yang lebih luas, mengingatkan para santri tentang pentingnya tertib sosial dan hukum. Sementara itu, Ustaz Basuni dan Ustaz Gopar menyambut baik inisiatif TNI ini, menyatakan bahwa pembekalan karakter dari aparat negara sangat melengkapi kurikulum pesantren yang sudah ada.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat aman dan kondusif. Para santri mengikuti materi dengan penuh perhatian, sesekali mengajukan pertanyaan yang menunjukkan keingintahuan mereka yang tinggi. Interaksi antara Sertu Muntaka dan para santri berjalan cair, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tetap bermakna.
Kegiatan ini membuktikan bahwa peran Babinsa tidak terbatas pada wilayah desa biasa, tetapi juga merambah ke institusi pendidikan berbasis agama. Dengan menanamkan jiwa patriotisme dan anti-kekerasan sejak dini, Koramil 1614/Anjatan bersama Polsek Sukra dan Ponpes Al Abror sedang mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga tangguh secara mental dan nasionalis. Inilah wujud nyata TNI hadir di tengah rakyat, membentuk benteng karakter bangsa dari akar rumput paling dasar.
