HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Tardi Terjun Langsung ke Pasar Haurgeulis, Berhasil Tekan Harga Bawang Merah dan Ayam! Warga Bersyukur Stok Sembako Aman


INDRAMAYU – Di tengah dinamika perekonomian yang sering kali diwarnai dengan fluktuasi harga bahan pokok, kehadiran aparatur TNI di tingkat akar rumput menjadi penentu utama stabilitas pasar. Kali ini, sosok Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Tardi, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Melalui aksi pemantauan harga sembako yang intensif di Pasar Daerah Haurgeulis pada Jumat (3/6/2026), Serka Tardi berhasil memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan harganya berada dalam batas wajar, meski ada beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini bukan sekadar formalitas belaka. Serka Tardi turun langsung menyisir kios-kios dan toko sembako di Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, untuk melakukan pengecekan real terhadap daftar harga yang terpampang. Langkah proaktif ini sejalan dengan instruksi Komandan Kodim 0616/Indramayu untuk mencegah terjadinya penimbunan barang serta spekulasi harga yang dapat merugikan daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan bagi para ibu rumah tangga. Sebagian besar komoditas strategis masih bertahan di harga stabil. Beras medium, misalnya, masih dijual seharga Rp13.000 per kilogram, sama halnya dengan jagung lokal dan kedelai yang masing-masing dipatok di angka Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan satu liter juga masih konsisten di harga Rp17.000, memberikan kepastian bagi pedagang kecil dalam menentukan margin keuntungan mereka.

Namun, perhatian khusus tertuju pada beberapa komoditas yang mengalami pergerakan harga. Serka Tardi mencatat adanya kenaikan tipis pada harga gula pasir dari sebelumnya menjadi Rp17.500 per kilogram, serta kenaikan pada harga telur ayam yang kini berada di level Rp32.000 per kilogram. Kenaikan ini diperkirakan dipengaruhi oleh faktor distribusi dan permintaan pasar yang meningkat menjelang akhir pekan. Meski demikian, Serka Tardi segera berkoordinasi dengan para pedagang untuk memastikan kenaikan tersebut tidak bersifat spekulatif dan murni akibat mekanisme pasar yang wajar.

Di sisi lain, kabar baik datang dari sektor protein hewani dan bumbu dapur. Harga bawang merah yang sebelumnya sempat melonjak hingga Rp35.000 per kilogram, kini berhasil ditekan menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan ini disambut gembira oleh para pembeli. Hal serupa juga terjadi pada daging ayam potong, yang harganya turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih tetap stabil di angka Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi masih bertengger di harga premium Rp140.000 per kilogram tanpa gejolak signifikan.

"Tujuan utama kami hadir di sini adalah untuk mengawasi kestabilan harga dan melindungi konsumen dari praktik harga tidak wajar. Kami ingin memastikan transparansi pasar tetap terjaga," ungkap Serka Tardi saat ditemui di sela-sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bentuk dukungan nyata TNI terhadap kebijakan stabilisasi harga pemerintah pusat maupun daerah.

Kehadiran Babinsa seperti Serka Tardi di pasar tradisional telah menjadi oase kepercayaan bagi masyarakat. Dengan situasi keamanan yang kondusif selama kegiatan berlangsung, warga merasa lebih tenang berbelanja tanpa khawatir dibanderol dengan harga mencekik. Aksi nyata Koramil 1615/Haurgeulis ini membuktikan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan pelaku usaha pasar adalah kunci utama dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi mikro di wilayah Indramayu. Masyarakat pun berharap monitoring semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi gejolak harga di masa mendatang. Mm om
Posting Komentar