Babinsa Serma Ahmad S Turun ke Sawah! Dampingi Petani Tarman di Kendayakan, Pastikan Pupuk Tepat Guna Demi Panen Raya Melimpah
Juli 04, 2026
INDRAMAYU – Di bawah terik matahari pagi yang mulai menyengat di Blok Mecat, Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, sosok seorang prajurit TNI tampak berbeda dari biasanya. Ia tidak mengenakan seragam dinas lengkap dengan sepatu boot, melainkan bersiap turun ke lumpur sawah. Serma Ahmad S, Babinsa Koramil 1613/Terisi, pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 09.30 WIB, terlihat sibuk mendampingi Bapak Tarman, seorang petani lokal, dalam proses pemupukan tanaman padi di lahan seluas 0,5 hektare. Aksi nyata ini menjadi bukti konkret bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara di perbatasan, tetapi juga berjuang mengamankan ketahanan pangan di tingkat desa.
Kegiatan pendampingan pertanian yang dilakukan Serma Ahmad S bukan sekadar simbolis. Ia terlibat langsung dalam memastikan teknik pemupukan yang diterapkan oleh Bapak Tarman sudah sesuai dengan anjuran penyuluh pertanian. Tahap pemupukan merupakan momen krusial dalam siklus tanam padi, di mana kesalahan dosis atau waktu aplikasi dapat berdampak fatal terhadap produktivitas panen. Dengan kehadiran Babinsa, petani merasa lebih percaya diri dan terbantu dalam mengoptimalkan potensi lahannya.
"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa setiap butir pupuk yang ditebar benar-benar bermanfaat bagi tanaman. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap swasembada pangan nasional," ungkap Serma Ahmad S sambil membantu menyebarkan pupuk secara merata di antara barisan padi yang mulai menghijau. Interaksi antara Babinsa dan petani terjalin sangat akrab, menciptakan suasana kerja sama yang solid dan penuh semangat.
Lahan milik Bapak Tarman yang berada di Blok Mecat menjadi salah satu contoh sukses sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat agraris. Dengan luas 0,5 hektare, lahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan produksi padi yang optimal jika dikelola dengan baik. Pendampingan intensif seperti ini bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan kualitas gabah yang dihasilkan, sehingga nilai jual petani di pasaran juga meningkat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di area persawahan terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, hanya ada suara gemericik air irigasi dan desir angin yang menerpa daun padi. Kehadiran Serma Ahmad S juga memberikan rasa tenang bagi Bapak Tarman, karena ia tahu bahwa ada pihak yang siap membantu jika terjadi kendala teknis maupun gangguan keamanan di lahan pertaniannya.
Langkah proaktif Koramil 1613/Terisi melalui Babinsanya ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan lokal. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pupuk global, pendampingan langsung di lapangan menjadi kunci keberhasilan musim tanam. Serma Ahmad S tidak hanya memantau, tetapi juga menjadi mitra diskusi bagi petani dalam mengatasi berbagai persoalan teknis pertanian.
Bagi warga Desa Kendayakan, kehadiran Babinsa di sawah adalah pemandangan yang membanggakan. Ini menunjukkan bahwa TNI benar-benar menyatu dengan rakyat, berbagi suka dan duka, termasuk dalam keringatnya bercocok tanam. Hasil dari pendampingan ini diharapkan akan membuahkan panen raya yang melimpah ruah, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada stabilitas harga beras di Kabupaten Indramayu.
Dengan selesainya kegiatan pemupukan ini, Serma Ahmad S dan Bapak Tarman menutup sesi pagi tersebut dengan optimisme tinggi. Mereka yakin bahwa kerja keras dan kolaborasi yang dibangun di atas lumpur sawah akan berbuah manis saat masa panen tiba. Kisah di Blok Mecat ini menjadi inspirasi bahwa ketahanan pangan dimulai dari tangan-tangan kecil yang didukung oleh semangat pengabdian tanpa batas dari para Babinsa di seluruh pelosok negeri.
