Babinsa Sertu Muntaka dan Serda Sodikin Cetak Pemimpin Muda NU : 53 Peserta Dibekali Disiplin PBB dan Kepemimpinan di Desa Wanguk
Juli 04, 2026
INDRAMAYU – Suasana pagi yang masih diselimuti kabut tipis di Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, pecah oleh teriakan lantang dan langkah kaki yang serempak. Bukan latihan militer biasa, melainkan sebuah momen bersejarah bagi kader Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Dua sosok Babinsa dari Kodim 0616/IMY, Sertu Muntaka dan Serda Sodikin, tampil sebagai ujung tombak dalam pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda NU melalui acara Pendidikan Dasar (PD) dan Pelatihan Kader Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ke-18.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, sejak pukul 05.00 WIB hingga selesai ini, digelar di kompleks MI Latazan, Desa Wanguk. Kehadiran dua prajurit TNI AD ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen nyata dalam mencetak kader-kader bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan fisik dan mental baja. Sebanyak 53 peserta, yang terdiri dari putra dan putri perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Anjatan, tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.
Sertu Muntaka, bersama rekannya Serda Sodikin, dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepemimpinan yang kuat. Dalam sesi awal, mereka mengupas tuntas teori kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman, namun dikemas dengan pendekatan yang mudah dicerna oleh para santri dan kader muda NU. "Kepemimpinan bukan soal perintah, tapi soal teladan dan tanggung jawab," tegas Sertu Muntaka di hadapan para peserta yang duduk bersimpuh mendengarkan dengan khidmat.
Namun, teori saja tidak cukup. Untuk menguji ketahanan fisik dan kedisiplinan, kedua Babinsa ini langsung menerjunkan peserta ke dalam sesi olahraga intensif dan Latihan Baris-Berbaris (PBB). Di bawah terik matahari pagi yang mulai meninggi, 53 peserta tersebut dipaksa untuk keluar dari zona nyaman mereka. Teriakan komando Serda Sodikin membelah udara, menuntut ketepatan gerakan, kekompakan, dan konsentrasi penuh. Keringat yang bercucuran menjadi saksi bisu perjuangan mereka dalam membentuk postur tubuh yang tegap dan jiwa yang disiplin.
Hadirnya tokoh-tokoh penting seperti Ustad Dodi Manurung, S.Pd., dan Imam Purwanto, M.Pd., memberikan nuansa tersendiri pada acara ini. Mereka menyaksikan langsung bagaimana pendekatan militeristik yang humanis dari Babinsa mampu menyatu dengan nilai-nilai keislaman dan keorganisasian NU. Kolaborasi antara unsur keamanan negara (TNI) dan organisasi masyarakat terbesar di Indonesia ini menunjukkan sinergi yang harmonis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Suasana kegiatan berlangsung kondusif dan aman dari awal hingga akhir. Tidak ada insiden berarti, hanya ada semangat belajar yang tinggi dan rasa saling menghargai antara instruktur dan peserta. Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial melalui pembinaan generasi muda.
Bagi Sertu Muntaka dan Serda Sodikin, melihat tatapan mata para peserta yang berubah dari ragu-ragu menjadi penuh keyakinan adalah hadiah terbesar. Mereka berhasil mentransformasi 53 individu biasa menjadi calon pemimpin yang siap menghadapi dinamika masyarakat. Acara PD/PKPNU PCNU Kab. Indramayu ke-18 di Desa Wanguk ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan sebuah manifesto kebangkitan kader NU yang tangguh, disiplin, dan berwawasan luas.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang ilmu kepemimpinan dan disiplin yang telah diserap. Mereka adalah harapan baru bagi Kecamatan Anjatan dan Kabupaten Indramayu pada umumnya. Langkah kaki mereka yang kini lebih mantap setelah dilatih PBB oleh Babinsa, simbolis dari kesiapan mereka melangkah memimpin umat dan bangsa dengan integritas tinggi. Sinergitas TNI dan NU di tanah Indramayu kembali membuktikan bahwa persatuan adalah kunci kemajuan.
