HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bantah Keras! Pemilik Sanggah Tudingan Penyaluran BBM Ilegal,di wilayah Cicakengka Truk Hanya untuk Ekspedisi


Nasional – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah narasi viral yang menuduh adanya praktik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal. Sebuah truk tangki menjadi sorotan utama setelah beredar video dan foto yang mengindikasikan kendaraan tersebut melakukan aktivitas mencurigakan di sejumlah titik strategis, mulai dari SPBU Cileunyi, Rancaekek, Nagreg, hingga wilayah Cicakengka. 

Namun, di tengah gempuran hujatan netizen dan asumsi liar yang berkembang pesat, supir  sah truk tersebut, Indra ( 45) Kelahiran Tanggerang, tampil ke depan dengan tegas membantah semua tuduhan miring tersebut. 

Ia menyatakan bahwa kendaraannya sama sekali tidak digunakan untuk kegiatan penyelewengan BBM solar, melainkan murni untuk operasional bisnis logistik.

Indra, yang merupakan pengusaha ekspedisi lokal, menjelaskan bahwa truk yang menjadi buah bibir warganet tersebut memiliki fungsi legal dan jelas. 

Kendaraan berat itu hanya digunakan untuk mengangkut muatan barang dalam rangka layanan ekspedisi, baik untuk rute dalam kota maupun antar-kota.

"Saya ingin meluruskan informasi yang salah ini. Truk saya adalah alat kerja untuk mencari nafkah yang halal, bukan alat untuk kejahatan negara," tegas Indra saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Ia menekankan bahwa setiap pergerakan truknya dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan memiliki surat jalan serta manifest pengiriman yang valid.

Salah satu poin yang paling banyak diperdebatkan di media sosial adalah keterlibatan nama "Haji Odong", yang disebut-sebut sebagai dalang atau pemilik jaringan distribusi ilegal. 

Menanggapi hal ini, Indra memberikan klarifikasi yang mengejutkan sekaligus menepis spekulasi konspiratif tersebut. 

Ia mengakui bahwa nama Haji Odong memang tercatat dalam sejarah kepemilikan truk tersebut, namun hubungannya dengan Indra hanyalah sebatas transaksi jual-beli di masa lalu.

"Saya sama sekali tidak mengenal pribadi Haji Odong secara dekat. Saya hanya mengetahui namanya saja karena beliau adalah pemilik pertama truk ini. Saya membeli truk tersebut melalui calo atau perantara, jadi transaksi saya dilakukan dengan pihak kedua, bukan langsung dengan Haji Odong," jelas Indra. 

Indra juga menyayangkan cara kerja netizens yang cenderung menghakimi tanpa verifikasi fakta yang lengkap. Ia merasa reputasi baik yang telah dibangun bertahun-tahun dalam bisnis ekspedisi hancur hanya dalam hitungan jam akibat hoaks yang tersebar tanpa dasar kuat. 

"Dampak dari fitnah ini sangat merugikan usaha saya. Pelanggan mulai ragu, dan saya harus menghabiskan waktu untuk membuktikan (kebersihan) saya," keluhnya.

Menurut Indra, modus operandi penyaluran ilegal BBM biasanya melibatkan modifikasi tangki khusus atau dokumen palsu yang rumit, hal yang tidak ia lakukan. Truk yang ia operasikan adalah truk standar untuk kargo umum. 

Ia menduga bahwa kemiripan jenis kendaraan atau lokasi pengambilan foto yang kebetulan sama telah memicu kesalahpahaman massal.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat digital untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi. 

Tuduhan serius seperti penyelewengan subsidi negara seharusnya tidak dilemparkan sembarangan tanpa bukti hukum yang kuat. 

Indra kini berharap aparat penegak hukum dapat segera melakukan investigasi objektif untuk membersihkan namanya dari tuduhan pidana.***

Posting Komentar