HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gebrak Musim Tanam Gadu! Danramil Lelea Kapten Inf Sudiyanto dan Camat Atang Suwandi Satukan Tekad di Telagasari, Targetkan Panen Raya Berkelanjutan


INDRAMAYU – Momentum pertanian di Kabupaten Indramayu kembali memanas dengan dimulainya persiapan intensif untuk Musim Tanam Padi Ke-2 atau yang dikenal sebagai musim gadu. Di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, semangat ini terasa begitu kuat ketika sejumlah pejabat kunci wilayah berkumpul di Aula PBB Pertanian pada Jumat (4/7/2026). Kehadiran Danramil 1612/Lelea, Kapten Inf Sudiyanto, bersama Camat Lelea, Bpk. Atang Suwandi, S.STP., M.Si., menandai komitmen serius pemerintah dan TNI dalam mengawal ketahanan pangan nasional dari tingkat kecamatan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan sebuah konsolidasi kekuatan untuk memastikan percepatan tanam berjalan tanpa hambatan. Musim gadu sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para petani karena faktor cuaca dan ketersediaan air yang berbeda dengan musim hujan. Oleh karena itu, sinergi antara unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) menjadi sangat krusial. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kapolsek Lelea, AKP Heryanto, SH., Ketua PBB Pertanian Ir. Suharto beserta staf, serta Ketua Gapoktan se-Kecamatan Lelea. Komposisi peserta yang lengkap ini menunjukkan bahwa isu pertanian di Lelea adalah prioritas bersama yang melibatkan aspek keamanan, administrasi, teknis pertanian, hingga ekonomi kerakyatan.

Kapten Inf Sudiyanto dalam sambutannya menekankan peran Babinsa sebagai pendamping petani yang tidak hanya hadir saat panen, tetapi juga sejak masa persiapan tanam. "Kami akan memastikan distribusi bantuan bibit dan pupuk tepat sasaran, serta membantu mengatasi kendala lapangan seperti hama atau konflik lahan jika terjadi," tegasnya. Sementara itu, Camat Atang Suwandi menambahkan pentingnya disiplin waktu dalam penanaman agar siklus produksi padi tidak terganggu oleh perubahan iklim ekstrem.

Ir. Suharto dari pihak PBB Pertanian memberikan paparan teknis mengenai varietas padi yang direkomendasikan untuk musim gadu, yang lebih tahan terhadap kekeringan singkat. Para Ketua Gapoktan yang hadir tampak antusias dan siap meneruskan informasi ini kepada ribuan hektar sawah yang tersebar di wilayah Lelea. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan tidak ada lagi miskomunikasi antara penyedia sarana produksi dengan pengguna akhir, yaitu para petani.

Suasana kegiatan berlangsung sangat tertib dan kondusif, dimulai dengan penghormatan kepada bendera Merah Putih melalui lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan dialog interaktif yang produktif, dan ditutup dengan doa bersama agar musim tanam kali ini diberkahi hasil melimpah. Tidak ada catatan gangguan keamanan selama acara berlangsung, mencerminkan kematangan koordinasi antara Polsek dan Koramil Lelea.

Langkah proaktif yang diambil oleh Danramil Lelea dan Camat Atang Suwandi ini merupakan cerminan dari strategi pertahanan non-militer TNI dalam mendukung swasembada pangan. Indramayu, sebagai salah satu lumbung padi Jawa Barat, tidak boleh kehilangan momentum produksinya. Keberhasilan musim gadu di Kecamatan Lelea akan berkontribusi signifikan terhadap target produksi kabupaten secara keseluruhan.

Masyarakat petani Desa Telagasari dan sekitarnya kini merasa lebih tenang dengan adanya jaminan pendampingan penuh dari Tiga Pilar (Camat, Danramil, Kapolsek). Mereka berharap bahwa apa yang dibahas di aula PBB Pertanian tersebut segera diterjemahkan ke dalam aksi nyata di sawah-sawah. Dengan tekad yang bulat dan koordinasi yang solid, impian panen raya yang berkah dan berkelanjutan di Kecamatan Lelea bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. (***)
Posting Komentar