HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gebrakan Ny. Dedi Abdullah & Ny. Ito Rasito di Anjatan: Sinergi Persit KCK, PKK, dan Bhayangkari Cetak Generasi Emas Bebas Kekerasan!


INDRAMAYU – Sebuah gelombang perubahan positif tengah bergulir di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Pada Kamis (23/7/2026), tepat pukul 09.00 WIB, Aula Desa Kedungwungu berubah menjadi pusat strategi pemberdayaan masyarakat yang sangat dinamis. Pertemuan Rutin Tim Penggerak PKK Tingkat Kecamatan Anjatan kali ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan sebuah forum kolaborasi lintas sektor yang melibatkan peran strategis dari istri-istri prajurit TNI melalui Persit KCK. Ny. Dedi Abdullah dan Ny. Ito Rasito, yang mewakili Ketua Persit KCK Cabang XXVII Ranting 15 Koramil 1614/Anjatan, hadir dengan semangat tinggi untuk menyuarakan pentingnya sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan organisasi wanita dalam membangun desa yang tangguh dan berbudaya.

Kehadiran perwakilan Persit KCK disambut hangat oleh jajaran pejabat kunci wilayah. Camat Anjatan, Bapak Rori Firmansyah, S.STP., M.Si., membuka acara dengan menekankan bahwa kekuatan sebuah kecamatan terletak pada kekompakan elemen masyarakatnya. Bersama Kuwu Desa Kedungwungu, Bapak H. Purwanto, mereka memastikan bahwa setiap program yang digulirkan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga. Tidak ketinggalan, Ketua TP PKK Kecamatan Anjatan, Ibu Karsiwen, beserta seluruh ibu-ibu kader PKK, tampil sebagai motor penggerak utama dalam eksekusi program-program sosial di lapangan.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan Bhayangkari Kecamatan Anjatan, Ny. Tini Sugeng, terlihat jelas adanya kesatuan visi antara tiga organisasi besar istri aparatur negara: Persit, PKK, dan Bhayangkari. Kolaborasi "Tiga Serangkai" ini diperkuat oleh kehadiran Kepala UPTD P2KB P3A, Ibu Yuliana Kristiantisa, serta perwakilan Puskesmas Anjatan, Ibu Bidan Tarwinah. Kehadiran para tenaga kesehatan dan ahli keluarga berencana ini memberikan bobot teknis yang krusial dalam pembahasan isu-isu strategis hari itu.

Salah satu poin pembahasan yang paling menyita perhatian adalah peringatan Hari Anak Nasional. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk lebih waspada terhadap ancaman pelecehan seksual yang semakin marak terjadi di lingkungan rumah tangga dan sekitar. "Lindungi anak kita! Jangan biarkan mereka menjadi korban ketidaktahuan kita," tegas salah satu narasumber dalam diskusi. Pembahasan mengenai perundang-undangan perlindungan anak menjadi sangat relevan, mengingat peran ibu sebagai garda terdepan dalam pendidikan karakter dan keamanan anak di rumah. Ny. Dedi Abdullah dan Ny. Ito Rasito secara aktif berkontribusi dalam sesi ini, membagikan perspektif tentang bagaimana lingkungan asri dan aman dapat dibentuk melalui pendekatan kekeluargaan ala militer yang disiplin namun penuh kasih sayang.

Selain isu perlindungan anak, pertemuan ini juga membahas persiapan Lomba Posyandu tingkat kabupaten. Para kader didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan ibu hamil. Program "Nang Nok Dermayu" juga menjadi sorotan, sebagai upaya lokalitas dalam menjaga kearifan budaya Indramayu. Tak kalah penting, isu pemanfaatan sampah di lingkungan rumah dibahas tuntas. Para ibu diajarkan untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi nilai ekonomi, mendukung gerakan desa bersih dan sehat yang didukung penuh oleh Sekretaris TP PKK Ibu Farida dan Ketua TP PKK Desa Kedungwungu, Ny. Hj. Tarminih.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau sangat aman, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Interaksi antara Ny. Dedi Abdullah, Ny. Ito Rasito, dengan para ibu PKK dan Bhayangkari menciptakan dinamika yang produktif. Mereka tidak hanya bertukar pikiran, tetapi juga saling berkomitmen untuk menurunkan hasil rapat ini ke tingkat RT/RW.

Langkah proaktif perwakilan Persit KCK Ranting 15 ini menunjukkan bahwa TNI hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya dengan senjata, tetapi dengan hati dan pemikiran yang peduli terhadap kesejahteraan keluarga. Melalui pertemuan di Desa Kedungwungu ini, Kecamatan Anjatan telah meletakkan batu fondasi yang kuat untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika perempuan-perempuan tangguh bersatu, perubahan besar untuk kemajuan bangsa akan segera terwujud.
Posting Komentar