HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Geger Desa Tanjakan! Babinsa Serka Sudono Pimpin Revolusi Pertanian: Pompanisasi Masif hingga Gropyokan Tikus, Kunci Sukses Musim Tanam 2026


INDRAMAYU – Sebuah gebrakan strategis untuk ketahanan pangan nasional kembali digaungkan di Kabupaten Indramayu. Pada Selasa (14/7/2024), tepatnya pukul 10.00 WIB, Aula Kantor Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, berubah menjadi pusat komando pertanian yang penuh dinamika. Di bawah koordinasi ketat Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan dari Koramil setempat, dilaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus evaluasi musyawarah desa terkait percepatan Musim Tanam (MT) II atau Sadon Tahun 2026. Pertemuan ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan sebuah rapat perang untuk memastikan target panen raya tercapai tanpa hambatan.

Hadir dalam forum strategis tersebut adalah Kepala Desa Tanjakan, Bapak H. Wadi, beserta seluruh perangkat desa. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat pemerintah desa untuk bersinergi dengan TNI dalam mengawal sektor agraria. Serka Sudono, sebagai motor penggerak di lapangan, membuka sesi dengan paparan data terkini mengenai kondisi lahan dan ketersediaan air. Ia menekankan bahwa keterlambatan satu hari dalam masa tanam bisa berakibat fatal pada produktivitas padi. Oleh karena itu, tujuh poin evaluasi krusial disepakati bersama sebagai langkah konkret percepatan MT II.

Poin pertama yang menjadi sorotan utama adalah pemaksimalan penggunaan pompanisasi oleh Brigade Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian). Serka Sudono menegaskan bahwa ketergantungan pada hujan harus dikurangi dengan optimalisasi mesin pompa air untuk memastikan pasokan air tetap lancar meski kemarau melanda. Kedua, sebagai solusi darurat atau urgent, desa sepakat untuk membuat sumur pantek di titik-titik kritis irigasi. Langkah inovatif ini diharapkan dapat menyelamatkan ribuan hektar sawah dari kekeringan ekstrem.

Selain infrastruktur air, aspek operasional di lapangan juga mendapat perhatian serius. Poin ketiga dan keempat menyepakati pelaksanaan olah lahan dan olah tanam secara serentak. Strategi ini bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit tanaman, serta memudahkan pengawasan distribusi pupuk dan bibit. "Jika kita tanam bareng-bareng, hama tidak punya waktu untuk berkembang biak secara masif," jelas Serka Sudono dengan nada tegas.

Namun, tantangan terbesar datang dari serangan hama tikus yang kian meresahkan. Poin kelima membahas penggalakan gerakan "Gropyokan Tikus" secara massal. Warga diminta untuk tidak hanya mengandalkan racun, tetapi juga melakukan pemburuan fisik terhadap sarang-sarang tikus di pematang sawah. Sinergi antara Babinsa dan warga menjadi kunci keberhasilan operasi bersih-bersih hama ini.

Tak kalah penting adalah peran "Mitra Cai" atau kelompok pengelola air. Poin keenam menekankan agar Mitra Cai berperan aktif bersama Babinsa dalam mengatur distribusi air (giring air) agar adil dan merata ke seluruh petak sawah. Terakhir, poin ketujuh menyerukan gotong royong pembersihan sampah di saluran irigasi. Saluran yang tersumbat sampah adalah musuh utama kelancaran aliran air, sehingga partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kanal menjadi mutlak diperlukan.

Kegiatan yang berlangsung lancar dan aman ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Bapak H. Wadi selaku Kuwu Desa Tanjakan mengapresiasi inisiatif Serka Sudono yang proaktif dan solutif. "Dengan panduan dari Babinsa, kami merasa lebih percaya diri menghadapi musim tanam tahun ini. Masalah air dan hama sudah ada jalan keluarnya," ujarnya.

Laporan ini menjadi bukti nyata bahwa Kodim 0616/Indramayu melalui jajarannya di tingkat desa terus berupaya maksimal mendukung program swasembada pangan. Peran Serka Sudono sebagai fasilitator dan motivator di Desa Tanjakan patut diapresiasi tinggi. Dengan tujuh strategi jitu yang telah disepakati, prospek keberhasilan Musim Tanam Sadon 2026 di Desa Tanjakan terlihat sangat cerah. Ini adalah kemenangan bersama bagi petani Indramayu, yang dimulai dari ruang aula desa namun dampaknya akan dirasakan hingga meja makan rakyat Indonesia.
Posting Komentar