HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Geger di Pasar Singakerta! Serka Tarkim Bongkar Kenaikan Harga Sembako, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu per Kilogram


INDRAMAYU – Suasana pagi yang biasanya tenang di Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, mendadak menjadi sorotan tajam publik setelah adanya temuan signifikan terkait fluktuasi harga bahan pokok. Pada Selasa (7/7/2026), Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Tarkim, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan monitoring harga sembako. Hasil dari inspeksi mendadak ini mengungkap fakta mengejutkan: sebagian besar komoditas strategis mengalami kenaikan harga yang cukup mencekik daya beli masyarakat.

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut dilakukan dengan teliti oleh Serka Tarkim. Langkah proaktif anggota TNI ini bertujuan untuk memastikan stabilitas pasar dan melindungi konsumen dari permainan harga yang tidak wajar. Dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu, Serka Tarkim membeberkan daftar harga terkini yang menunjukkan tren kenaikan pada hampir semua item penting, kecuali beras, minyak goreng, daging ayam, dan jagung yang masih bertahan di harga stabil.

Kejutan terbesar datang dari sektor protein hewani dan bumbu dapur. Harga daging sapi, yang merupakan indikator kesejahteraan dan daya beli masyarakat kelas menengah, tercatat melonjak hingga mencapai Rp150.000 per kilogram. Angka ini tentu menjadi pukulan berat bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di wilayah Krangkeng. Tidak hanya itu, harga telur ayam juga turut merangkak naik menjadi Rp38.000 per kilogram, menyamai harga daging ayam yang tetap stabil di angka yang sama.

Situasi semakin memanas ketika menilik harga bumbu dasar masakan. Bawang merah, sang primadona dapur Indonesia, kini dibanderol dengan harga fantastis Rp48.000 per kilogram. Disusul oleh bawang putih yang juga mengalami kenaikan menjadi Rp42.000 per kilogram. Kombinasi kenaikan kedua jenis bawang ini dipastikan akan berdampak langsung pada kenaikan harga jadi makanan di warung-warung sekitar. Belum lagi, harga gula pasir yang kini menyentuh Rp16.000 per kilogram dan kacang kedelai seharga Rp19.000 per kilogram, semakin melengkapi daftar panjang komoditas yang "menggerus" isi dompet warga.

Meski demikian, ada sedikit kabar baik di tengah badai kenaikan harga tersebut. Beras sebagai makanan pokok utama masih mampu bertahan di harga Rp15.800 per kilogram. Demikian pula dengan minyak goreng yang tetap stabil di Rp16.000 per kilogram, serta jagung yang masih terjangkau di harga Rp11.000 per kilogram. Stabilitas harga beras dan minyak goreng ini menjadi penopang utama agar inflasi tidak terlalu liar menerjang masyarakat bawah.

Serka Tarkim dalam keterangannya saat memantau situasi pasar menyebutkan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, situasi keamanan dan ketertiban di Pasar Singakerta tetap terjaga dengan baik. Tidak ada gejolak atau protes keras dari pedagang maupun pembeli selama proses monitoring berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memahami dinamika pasar, meski tentu saja harapan akan adanya intervensi pemerintah daerah untuk menstabilkan harga kembali sangat tinggi.

Langkah monitoring yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng ini mendapat apresiasi luas. Kehadiran Serka Tarkim di tengah-tengah pedagang dan pembeli bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan bentuk nyata kepedulian aparat terhadap kesulitan rakyat. Dengan data harga yang akurat dan transparan seperti yang dilaporkan, diharapkan Dinas Perdagangan dan instansi terkait di Kabupaten Indramayu dapat segera mengambil langkah-langkah strategis. Apakah akan ada operasi pasar, subsidi, atau penyelidikan terhadap rantai pasok yang menyebabkan lonjakan harga daging sapi dan bawang-bawangan tersebut?

Mata publik kini tertuju pada respons pemerintah daerah. Kenaikan harga yang terjadi secara serentak pada Juli 2026 ini menjadi sinyal peringatan dini. Jika tidak ditangani dengan cepat, dikhawatirkan akan memicu gelombang inflasi lokal yang lebih luas. Aksi heroik Serka Tarkim dalam membongkar realita harga di Pasar Singakerta ini seharusnya menjadi pemicu bagi semua pihak untuk bergerak cepat. Rakyat Krangkeng menunggu kepastian: kapan harga-harga ini akan kembali masuk akal?
Posting Komentar