HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Geger! Harga Sembako di Kecamatan Krangkeng Melonjak Tajam, Babinsa Serda Mashur Terjun Langsung Pantau Toko Berkah

INDRAMAYU – Gelombang kenaikan harga bahan pokok kembali menghantam daya beli masyarakat di Kabupaten Indramayu. Pada Minggu pagi (5/7/2026), suasana di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, tampak berbeda. Bukan karena perayaan hari besar, melainkan karena kekhawatiran warga terhadap fluktuasi harga pasar yang kian tidak menentu. Menyikapi hal tersebut, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serda Mashur, turun tangan langsung melakukan monitoring ketat ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang.

Aksi nyata Serda Mashur dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Dengan langkah sigap, ia mendatangi salah satu pusat perbelanjaan warga setempat, Toko Berkah, yang menjadi barometer harga bagi ratusan keluarga di Desa Kapringan. Kehadiran anggota TNI ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret dalam menjaga ketahanan pangan tingkat desa agar tidak terjadi gejolak sosial akibat kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan bagi kantong masyarakat kelas menengah ke bawah. Dari sepuluh komoditas strategis yang dipantau, hanya tiga item yang berhasil mempertahankan harga stabil, sementara sisanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beras, sebagai makanan pokok utama, masih bertahan di angka Rp15.800 per kilogram. Demikian pula dengan minyak goreng yang tetap dijual seharga Rp16.000 per liter, serta daging ayam dan jagung yang masing-masing stabil di harga Rp38.000 dan Rp11.000 per kilogram.

Namun, kabar buruk datang dari deretan komoditas lainnya. Telur ayam, sumber protein termurah bagi rakyat, kini dibanderol Rp38.000 per kilogram, sebuah angka yang dinilai naik dari periode sebelumnya. Kondisi lebih parah terlihat pada harga daging sapi yang meroket hingga menyentuh angka psikologis Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini tentu sangat memberatkan masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan harian maupun acara adat.

Situasi semakin berat dengan naiknya harga bumbu dapur dan bahan pokok lainnya. Gula pasir kini dijual seharga Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah melonjak drastis ke level Rp48.000 per kilogram, diikuti oleh bawang putih di angka Rp42.000 per kilogram. Bahkan, kacang kedelai yang menjadi bahan dasar tahu dan tempe juga ikut terdampak, naik menjadi Rp19.000 per kilogram.

Serda Mashur dalam keterangannya usai kegiatan menyatakan bahwa meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, situasi di Toko Berkah terpantau tetap tertib dan aman. Tidak ada aksi penimbunan barang maupun kepanikan pembeli yang berlebihan. "Kami terus memantau agar pedagang tidak bermain harga secara spekulatif. Ketersediaan barang juga masih terjaga dengan baik," ujar Serda Mashur.

Langkah proaktif Babinsa ini mendapat apresiasi positif dari para pedagang dan pengunjung toko. Mereka merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan langsung dari aparat kewilayahan. Kehadiran Serda Mashur dianggap sebagai bentuk kepedulian negara terhadap kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat kecil di masa transisi ini.

Pihak Koramil 1610/Krangkeng melalui Serda Mashur berkomitmen untuk terus melakukan patroli harga secara berkala. Monitoring ini tidak hanya dilakukan di Desa Kapringan, tetapi akan diperluas ke wilayah-wilayah lain di Kecamatan Krangkeng untuk memastikan distribusi sembako berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan praktik jual beli yang mencurigakan atau harga yang jauh di atas kewajaran. Sinergitas antara TNI, pemerintah desa, dan pedagang diharapkan dapat menjadi tameng kuat dalam menghadapi volatilitas harga pangan saat ini. Dengan pengawasan ketat seperti yang dilakukan Serda Mashur, diharapkan stabilitas ekonomi mikro di tingkat desa dapat tetap terjaga meski tekanan inflasi global terus berlangsung.
Posting Komentar