HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Geger Harga Sembako di Krangkeng! Babinsa Serka Muksin Temukan Lonjakan Harga Daging Sapi hingga Rp150 Ribu, Warga Srengseng Kelimpungan


INDRAMAYU – Keprihatinan mendalam menyelimuti warga Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026. Sebuah inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, di Warung "Kasirih" mengungkapkan fakta mengejutkan: sebagian besar komoditas pangan strategis mengalami kenaikan harga yang signifikan. Temuan ini memicu kekhawatiran akan daya beli masyarakat yang kian tergerus di tengah ketidakstabilan pasar.

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, alih-alih menemukan kabar gembira, Serka Muksin justru mencatat deretan angka merah yang mencengangkan. Dari sepuluh komoditas utama yang dipantau, hanya tiga item yang berhasil mempertahankan harga stabil, sementara sisanya merangkak naik dengan berbagai alasan yang belum jelas sumbernya.

Pemicu kehebohan terbesar datang dari sektor protein hewani. Harga daging sapi terpantau melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini tentu menjadi pukulan telak bagi ibu rumah tangga yang biasa mengandalkan daging sapi untuk menu keluarga atau acara hajatan. Tidak hanya itu, telur ayam juga ikut terseret arus inflasi lokal dengan harga mencapai Rp38.000 per kilogram, sebuah angka yang tergolong tinggi untuk ukuran daerah tingkat kecamatan.

Sektor bumbu dapur pun tidak luput dari incaran kenaikan. Bawang merah, sang primadona penggerak inflasi, dijual seharga Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih dibanderol Rp42.000 per kilogram. Kedua komoditas ini mengalami kenaikan harga yang cukup terasa dibandingkan periode sebelumnya. Gula pasir, yang merupakan kebutuhan mutlak dalam setiap rumah tangga, juga turut naik menjadi Rp16.000 per kilogram. Bahkan, kacang kedelai sebagai bahan dasar tahu dan tempe kini dijual seharga Rp19.000 per kilogram, yang berpotensi menaikkan harga olahan kedelai di pasaran.

Di tengah badai kenaikan harga tersebut, ada sedikit oase ketenangan. Beras premium masih bertahan di harga Rp15.800 per kilogram, minyak goreng stabil di Rp16.000 per kilogram, daging ayam tetap di Rp38.000 per kilogram, dan jagung masih terjangkau di harga Rp11.000 per kilogram. Stabilitas harga beras dan minyak goreng menjadi satu-satunya penopang agar dapur warga tidak sepenuhnya lumpuh.

Serka Muksin, yang melaksanakan tugasnya dengan teliti, langsung berkoordinasi dengan pemilik warung untuk memahami dinamika kenaikan harga tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi harga demi menjaga kepercayaan konsumen. "Kami akan terus memantau pergerakan harga ini. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu, aparat akan mengambil tindakan tegas," ujar Serka Muksin di lokasi kejadian.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat seperti ini memberikan rasa aman sekaligus pengawasan nyata. Warga Desa Srengseng menyambut baik langkah proaktif Koramil 1610/Krangkeng ini. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan dan harga, terutama untuk komoditas yang mengalami lonjakan tajam seperti daging sapi dan bawang-bawangan.

Hingga kegiatan monitoring selesai, situasi di Warung "Kasirih" dan sekitarnya terpantau tertib dan aman. Namun, bayang-bayang inflasi lokal masih menghantui. Langkah Serka Muksin menjadi peringatan dini bagi semua pihak bahwa stabilitas ekonomi mikro di tingkat desa adalah kunci ketahanan nasional. Warga kini menunggu gebrakan selanjutnya dari instansi terkait untuk mengembalikan harga sembako ke angka yang lebih manusiawi.
Posting Komentar