Geger Lelea! Serka Sukron Guncang Balai Desa Pengauban, Terbitkan Ultimatum Keras Soal Siskamling dan Penanganan Remaja Nakal
Juli 06, 2026
INDRAMAYU – Suasana pagi di Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Senin, 6 Juli 2026, diwarnai oleh sebuah pertemuan strategis yang bukan sekadar formalitas birokrasi biasa. Tepat pukul 09.15 WIB, di ruang rapat Balai Desa Pengauban, udara terasa lebih berat dan penuh ketegangan positif. Di sana, Serka Sukron, Babinsa Desa Pengauban dari Koramil 1612/Lelea, duduk berhadapan dengan Kepala Desa Pengauban, Bpk Daya, serta perangkat desa kunci lainnya seperti Bpk Miftah dan Bpk Kusnadi. Pertemuan Komunikasi Sosial (Komsos) ini berubah menjadi medan tempur baru dalam upaya menyelamatkan generasi muda dan menjaga ketertiban lingkungan dari ancaman kriminalitas dan kenakalan remaja yang kian meresahkan.
Serka Sukron membuka sesi dengan nada tegas namun tetap mengedepankan prinsip kekeluargaan. Ia menekankan bahwa silaturahmi antara Babinsa dan perangkat desa harus ditingkatkan menjadi sebuah aliansi strategis yang solid. "Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Keamanan Desa Pengauban adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Serka Sukron, menatap tajam para hadirin. Pernyataan ini langsung disambut serius oleh Bpk Daya dan jajarannya, menyadari bahwa dukungan TNI di tingkat desa adalah aset tak ternilai dalam menjaga stabilitas wilayah.
Poin paling krusial yang disampaikan Serka Sukron adalah instruksi keras untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Setelah sempat vakum atau berjalan lambat, Serka Sukron memerintahkan agar patroli malam diperketat. Lebih jauh lagi, ia menerapkan aturan wajib lapor bagi setiap tamu dari luar desa yang menginap lebih dari 24 jam. "Siapa pun yang datang ke Pengauban, kita harus tahu siapa mereka, dari mana, dan apa tujuannya. Ini adalah langkah preventif utama untuk menutup celah masuknya unsur-unsur kriminal," ujarnya dengan wibawa seorang komandan lapangan. Aturan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman yang nyata bagi warga, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan yang mungkin berniat menjadikan Lelea sebagai sasaran empuk.
Namun, sorotan utama dari Komsos ini adalah keprihatinan mendalam Serka Sukron terhadap perilaku remaja di Desa Pengauban. Dengan data intelijen yang ia miliki, Serka Sukron mengungkapkan adanya tren peningkatan keterlibatan anak muda dalam hal-hal negatif, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas. Ia mengajak seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk tidak lepas tangan. "Anak-anak kita adalah masa depan desa. Jika kita abai hari ini, besok kita akan menuai bencana sosial. Awasi mereka, arahkan energinya ke kegiatan positif," serunya dengan nada emosional yang menyentuh hati para bapak-bapak perangkat desa yang juga merupakan ayah bagi banyak remaja di desa tersebut.
Selain isu keamanan, Serka Sukron juga membawa agenda pembangunan jangka panjang: pencarian lahan untuk lokasi KDKMP (Kampung Demokrasi dan Ketahanan Masyarakat Pancasila atau program sejenis tergantung konteks lokal). Ia mengajak masyarakat dan perangkat desa untuk proaktif mencari lokasi yang strategis dan representatif. Program ini dinilai vital untuk memperkuat ideologi kebangsaan dan ketahanan sosial di tingkat akar rumput. Kolaborasi dalam menemukan lahan ini menjadi simbol keseriusan Desa Pengauban dalam mendukung program nasional.
Kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat tertib dan aman. Tidak ada perdebatan sengit, melainkan diskusi konstruktif yang menghasilkan komitmen bersama. Bpk Daya, Bpk Miftah, dan Bpk Kusnadi menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan arahan Serka Sukron. Dokumentasi kegiatan menunjukkan wajah-wajah serius namun optimis dari para peserta, menandakan lahirnya kesepakatan baru untuk mengubah wajah Desa Pengauban menjadi lebih aman dan kondusif.
Bagi Dandim 0616/Indramayu, laporan ini adalah bukti nyata bahwa Koramil 1612/Lelea, melalui tangan dingin Serka Sukron, telah menjalankan fungsi pembinaan wilayah dengan sangat efektif. Ia tidak hanya menjadi penjaga gawang, tetapi juga pelatih yang membentuk strategi pertahanan desa dari dalam. Dengan kombinasi Siskamling yang ketat, pengawasan remaja yang intensif, dan penguatan ideologi melalui KDKMP, Desa Pengauban sedang bersiap menjadi model desa tangguh di Indramayu. Serka Sukron telah membunyikan alarm, dan kini seluruh elemen desa bergerak serempak menjawab tantangan zaman.
