Geger Pasar Haurgeulis! Babinsa Serka Tardi Bongkar Fluktuasi Harga: Gula Naik, Bawang Merah Anjlok, Warga Diimbau Waspada Spekulan
Juli 14, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan dan dinamika ekonomi pasar tradisional kembali menjadi sorotan utama di Kabupaten Indramayu. Pada Selasa (13/7/2026), suasana di Pasar Daerah Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, dipantau secara ketat oleh aparat TNI dari Koramil 1615/Haurgeulis. Aksi pemantauan ini dipimpin langsung oleh Serka Tardi, seorang Bintara Tinggi yang dikenal vokal dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Kehadirannya di tengah keramaian pasar sejak pukul 08.30 WIB bukan tanpa alasan; ia membawa misi penting untuk memastikan bahwa daya beli rakyat tidak tergerus oleh permainan harga yang tidak wajar.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan bersama sejumlah pedagang dan perwakilan konsumen, Serka Tardi mencatat berbagai fluktuasi harga yang terjadi pada sembilan bahan pokok (sembako). Hasil pantauan menunjukkan gambaran yang beragam, mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang sedang berlangsung. Beras medium stabil di harga Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng tetap bertahan di angka Rp17.000 per liter. Namun, kejutan terjadi pada komoditas gula pasir. Harga gula yang sebelumnya stabil di Rp17.000 per kilogram, kini tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini, meski terlihat kecil, menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi rantai distribusi agar tidak memicu inflasi psikologis di kalangan ibu rumah tangga.
Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari sektor hortikultura dan protein hewani. Harga bawang merah, yang selama ini sering menjadi momok bagi anggaran belanja harian warga, tercatat mengalami penurunan signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan ini disambut lega oleh para pedagang dan pembeli. Demikian pula dengan daging ayam, yang harganya turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Namun, kontras dengan kondisi tersebut, harga telur ayam dilaporkan mengalami kenaikan, meskipun nominal pastinya masih dalam batas toleransi pasar. Sementara itu, komoditas seperti jagung lokal (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), dan daging sapi (Rp140.000/kg) terpantau tetap stabil, menunjukkan adanya keseimbangan pasokan yang cukup baik untuk item-item tersebut.
Serka Tardi dalam keterangannya menekankan bahwa tujuan utama pemantauan ini adalah lima poin krusial: mengawasi kestabilan harga, mencegah praktik penimbunan dan spekulasi liar, melindungi konsumen dari eksploitasi harga, mendukung kebijakan stabilisasi pemerintah, serta meningkatkan transparansi pasar. "Kami hadir di sini bukan untuk menakut-nakuti pedagang, tetapi untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat kecil," tegas Serka Tardi di sela-sela kunjungannya ke kios-kios sembako.
Aksi proaktif Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Keberadaan TNI di pasar memberikan rasa aman dan kepastian bahwa ada pihak yang mengawasi jalannya perekonomian mikro. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif, tanpa adanya gesekan antara petugas, pedagang, maupun pembeli. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan humanis dan edukatif yang diterapkan oleh Serka Tardi efektif dalam menjaga harmoni sosial sekaligus stabilitas ekonomi.
Komandan Kodim 0616/Indramayu diharapkan dapat terus mendorong inisiatif semacam ini di seluruh jajaran Koramil di wilayah Indramayu. Langkah preventif melalui pemantauan harga seperti yang dilakukan di Haurgeulis adalah bentuk nyata pengabdian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan tokoh seperti Serka Tardi yang sigap dan responsif, masyarakat merasa dilindungi. Ke depan, sinergi antara TNI, Dinas Perdagangan, dan pelaku pasar harus terus diperkuat untuk menekan laju inflasi dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh masyarakat Haurgeulis bernilai adil dan wajar. Ini adalah kemenangan kecil bagi stabilitas nasional yang dimulai dari deretan los pasar tradisional.
